Bekasi

Corona ‘Menyerang’ Pejabat Negara

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Angka kasus positif virus korona atau COVID-19 di Indonesia tersu merangkak naik. Jumlah terbaru pada Rabu (25/3) kasus positif bertambah 105 kasus baru. Sehingga totalnya menjadi 790 kasus positif virus Korona.Sedangkan kasus meninggal bertambah 3 jiwa. Sehingga totalnya sudah sebanyak 58 jiwa.

Jika dihitung angka kematiannya atau Mortality Rate (Death Rate) yakni angka kematian dibagi kasus positif dikali 100. Sehingga angka tersebut turun dari sebelumnya di sekitar angka 8 persen menjadi 7,3 persen. Itu karena jumlah kasus positif terus bertambah.

“Ada penambahan kasus positif ini berdasarkan pemeriksaan PCR ya. Yakni 105 kasus baru. Jumlahnya kemarin ada koreksi bukan 686 tapi 685. Karena ada 1 pasien tercatat di 2 RS. Real sekarang totalnya 790 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19, Achmad Yurianto, Rabu (25/3).

Sedangkan yang sembuh hanya bertambah 1 orang. Sehingga totalnya baru 31 pasien yang dinyatakan sembuh. Artinya sudah melewati 2 kali pemeriksaan dan dinyatakan negatif.“Angka kematian sudah kami verifikasi ulang. Ada yang datanya dobel kemarin,” jelasnya.

Sejumlah pejabat Negara pun menjadi sasaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) ini. Setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif, kemarin (24/3) Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri juga dinyatakan positif. Pada hari yang sama, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan empat stafnya juga menyandang status yang sama.

Sebelumnya, walikota Bogor Bima Arya juga mengaku positif Korona, lalu diikuti wakil walikota Bandung Yana Mulyana juga mengalami hal yang sama.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana memberikan pengakuan melalui video yang dia unggah di akun Instagram-nya. Dia menyatakan telah menerima hasil tes swab kemarin (24/3). Saat itulah dia mengetahui dirinya telah terinfeksi virus korona.’’Saya Bupati Karawang, baru sejam lalu dapat hasil tes laboratorium (yang) dilakukan 14 orang secara mandiri, 5 orang positif,’’ kata Cellica dalam videonya.

Selain Cellica, empat orang yang berstatus positif terinfeksi virus korona adalah para stafnya. Cellica menyatakan sudah menyampaikan hasil tes tersebut kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Terpisah, Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Plitasari dan Komisioner Ombudsman Ninik Rahayu harus menjalani isolasi secara mandiri karena positif Korona. Hal ini setelah mendapat rekomendasi dari Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.

Ketua Ombudsman RI, Amzulian Rifai menyampaikan kedua rekannya meski telah dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 masih dalam kondisi baik. Keduanya berniat mendapat perawatan di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, namun diputuskan untuk karantina mandiri.

“Setelah berkomunikasi dengan pihak Wisma Atlet diputuskan untuk melakukan karantina mandiri,” kata Amzulian dalam keterangannya, Rabu (25/3).

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, lanjut Amzulian, pihaknya telah menerapkan anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Hal ini diterapkan untuk sebagian besar karyawan Ombudsman.“Sejak Rabu, 18 Maret 2020, Ombudsman RI telah menerapkan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk sebagian besar Asisten dan staf Sekretariat Jenderal,” ujar Amzulian.(jpc)

Related Articles

Back to top button