Metropolis

Satu RW Isolasi Mandiri

DIPERKETAT:Warga yang akan masuk Kampung Jaha, RW11 Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi disemprot cairan disinfektan mencegah penyebaran Covid-19.RAIZA SEPTIANTO/RADAR

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga satu RW di wilayah Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi melakukan isolasi mandiri. Isolasi mandiri ini dilakukan dengan cara menutup semua akses masuk wilayah tempat tinggal warga, hanya menyisakan satu akses dengan penjagaan ketat.

Jika suhu badan tinggi mencapai 38 derajat warga dilarang masuk lingkungan RW 11, Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.. Wilayah yang sebelumnya memiliki 12 akses masuk, saat ini hanya menyisakan satu akses, dengan penjagaan pemuda sekitar menggunakan disinfektan dan thermo gun. Setiap orang yang hilir mudik wilayah ini harus melalui sterilisasi menggunakan disinfektan dan melalui pengecekan suhu tubuh.

Sebelum langkah ini dilakukan, menutup akses masuk, sosialisasi dan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga telah dilakukan, semenjak pemberitaan Covid-19 merebak. Lingkungan yang terdiri dari sembilan RT ini, berdiri 1300 rumah.

“Insya Allah tahap awal sampai 8 April, kalau memang memungkinkan akan diperpanjang kembali,” ungkap ketua RW 11, Samsudin Panji (48).

Berdasarkan hasil rapat dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda setempat, warga dihimbau untuk tidak lagi melakukan aktivitas diluar rumah pada pukul 21.00. Meskipun mendapatkan kecaman dan hujatan dari warga sekitar, seiring berjalannya waktu dan fakta Covid-19 yang diberitakan selama ini, warga mulai memahami upaya pencegahan yang dilakukan oleh pengurus RW dan pemuda sekitar tersebut.

Jalan di wilayah RW 11 ini merupakan jalan alternatif untuk menuju beberapa wilayah, yakni ke wilayah Kecamatan Bekasi Selatan dan Pondok Gede. Sehingga, tidak heran jika biasanya jalan dilingkungan rumah warga ini selalu ramai dilalui pengendara.

Selain itu, warga yang diketahui baru saja tiba dari luar daerah, diminta untuk mengisolasi diri sendiri di rumah selama 14 hari. Akibat kebijakan ini, wilayah tempat tinggal warga cenderung lengang, semua akses kecuali akses utama ditutup menggunakan besi, papan, dan kayu tinggi, sehingga tidak bisa lagi dilalui. Warga yang sehari-hari berjualan warung nasi nampak tutup, bahkan beberapa diantaranya memilih untuk mudik lebih awal. Toko-toko yang masih buka didalam wilayah tempat tinggal warga dihimbau untuk tutup pada pukul 20.00 WIB.

“Sebagian besar kami tahan, untuk tidak kemana-mana. Ada satu keluarga itu warteg, kami silahkan pulang, tapi nanti kalau balik lagi kami minta untuk laporan ke saya lagi,” lanjutnya.

Dewasa ini, beberapa lingkungan perumahan dan RW mendatangi wilayah RW 11 untuk meminta saran dan masukan mengenai isolasi mandiri yang dilakukan.

Dilokasi yang sama, Ketua Karang Taruna RW 11, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Nay menjelaskan bahwa pemuda diwilayah sekitar dijadwal sift dua kali dalam satu hari. Untuk memenuhi kebutuhan di pintu masuk, warga sekitar swadaya memberikan makan dan minum bagi pemuda yang berjaga.

“Makanan, minuman, buah ini dari warga yang antar,” singkatnya.

Warga yang sudah memiliki rencana untuk melaksanakan resepsi pernikahan diminta dengan rela hati untuk mengurungkan niat. Total sudah ada tiga rencana resepsi yang diminta untuk dibatalkan selama kondisi belum membaik. (sur)

Related Articles

Back to top button