BekasiBerita Utama

Dua Bulan Air PDAM di Tarumajaya Mati, Warga Terpaksa Beli Air ke DKI

TARUMAJAYA, RADARBEKASI.ID-Ratusan warga kampung Turi Jaya yang ada di empat RT di Desa Segara Makmur, kesulitan mendapatkan air bersih. Setelah air PDAM Tirta Bhagasasi yang mengalir ke wilayah mati selama dua bulan belakangan ini. Akibatnya ratusan warga tersebut harus membeli air bersih ke DKI Jakarta.

Seperti yang disampaikan salah warga Kampung Turi, Yulia mengatakan, sejauh ini warga sudah berusaha melaporkan persoalan ini langsung ke PDAM Tirta Bhagasasi, hanya saja sampai sekarang belum ada perubahaan atau penanganan.

’’Waktu mati baru seminggu saja sudah mengajukan laporan. Tapi ya begitu, nihil hasilnya,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi, Sabtu (04/04/2020).

Menurutnya, selama dua bulan ini warga di empat RT tersebut harus membeli air bersih ke DKI Jakarta dengan harga pergalon Rp1000 dan satu drijen Rp1.500.

Kata Yulia, pembelian air ini menggunakan gerobak, sehingga cukup menguras tenaga. ’’Air mah harganya murah, cuma ngangkat dan ngedorong gerobak membutuhkan tenaga. Kalau mau diantar sampai rumah bayar Rp50 ribu, satu gerobaknya dengan isi 12 drijen,” tuturnya.

Dirinya mengaku, hal tersebut diperparah dengan merebaknya virus corona (Covid-19) di Kabupaten Bekasi. Pasalnya dalam mengantisipasi penyebaran virus tersebut warga diminta rajin mencuci tangan. Sedangkan kondisinya sulit mendapatkan air bersih.

“Setelah ada wabah virus corona ini warga makin lebih kesulitan lagi. Untuk cuci tangan saja enggak ada, apalagi buat mandi,” keluhnya.

Masih menurut Yulia, belum lama ini warga mendatangi kantor pusat PDAM Tirta Bhagasasi, untuk meminta penjelasan kenapa persoalan air di tempat tinggalnya tidak kunjung selesai. Namun diminta surat keterangan dari RT/RW dan seluruh warga-warga.

’’Rencananya hari Selasa kita mau kesana lagi. Kita mau tahu ini ada apa, kenapa air mati sampai dua bulan,” tukasnya. (pra)

Tags
Close