Cikarang

Warga Berebut Masker Gratis

BAGIKAN MASKER: Lurah Desa Setiadarma, Nunung Hermawati (kiri) sedang membagikan masker kepada pengendara bermotor yang melintas di Jalan Diponegoro, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (20/4). Sebanyak 2000 masker dibagikan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bekasi.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ribuan warga yang ada di wilayah Desa Setiadarma sangat antusias saat menerima pembagian masker yang dilakukan pihak desa, Senin (20/4). Pembagian masker ini dilakukan dengan cara keliling menggunakan mobil sambil melakukan penyemprotan disinfektan.

Kepala Desa Setiadarma, Nunung Hermawati mengakui, warga sangat antusias saat dilakukan pembagian masker. Hal tersebut dikarenakan selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), warga yang hendak keluar rumah harus mengenakan masker.

“Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian masker gratis kepada warga maupun pengendara yang sedang melintas di jalanan. Sebanyak dua ribu masker kami berikan kepada warga,” ucap Nunung saat dimintai keterangan Radar Bekasi.

Selain itu, pihaknya juga memberikan alat pencuci tangan yang akan ditempatkan dibeberapa titik di wilayah Desa Setiadarma. “Kami pun juga memberikan alat pencuci tangan di tujuh tempat sarana ibadah (Masjid), pasar, dan satu wihara,” tuturnya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan pihak desa ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di masyarakat. Pasalnya, walaupun sampai saat ini tidak ada warga yang positif terjangkit Covid-19 tersebut, namun pencegahan harus tetap dilakukan.

“Sebelumnya ada dua warga Orang Dalam Pengawasan (ODP), tapi sekarang sudah negatif. Untuk pencegahan Covid-19 ini, perlu kesadaran dari masyarakat. Ini harus tumbuh dari diri sendiri,” harapnya

Lanjut Nunung, selama penerapan PSBB, pihaknya juga membantu masyarakat dengan memberikan nasi box. “Selama tiga hari ini, kami rutin membagikan nasi box kepada warga. Hari pertama sebanyak 300 box, hari kedua 650 box, dan hari ketiga 350 box,” terang-nya.

Sementara itu, Camat Tambun Selatan, Junaefi menambahkan, untuk memutus penyebaran Covid-19 ini, tergantung dari warga masing-masing desa. Hanya saja, kata Junaefi, dalam hal ini, dia meminta setiap desa harus melakukan sosialisasi dan sebagainya.

“Ini kebijakan dari masing-masing desa. Tapi memang setiap desa harus membantu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, dan  harus sesuai dengan panduan dari Kementrian Kesehatan,” imbuhnya.

Mantan Camat Muaragembong ini juga berharap, kesadaran dari masyarakat memang sangat diperlukan untuk membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saya berharap, kesadaran dari masyarakat semakin tumbuh dengan kondisi seperti sekarang. Dimana harus menggunakan masker saat keluar rumah, dan mengikuti aturan selama penerapan PSBB,” tandasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button