BEKACITIZENOpini

Ramadan Disaat Pandemi Covid-19

Oleh : M. Shalahuddin, S.S.I, M.Pd

Radarbekasi.id – Tak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Sya’ban, artinya kurang dari hitungan satu jari tangan kita akan bertemu tamu spesial, bulan yang dinanti-nanti.

Ia datang dengan berbagai kabar gembira dan penuh berkah, yaitu bulan Ramadhan. Pertemuan kita dengan Ramadhan menjadi misteri, tidak ada yang tahu, karena tidak ada jaminan bagi seseorang untuk bertemu dengan tamu agung tersebut.

Oleh karena itu, kita senantiasa berdoa, memohon kepada Allah SWT., agar diberikan kesempatan dapat bertemu dengan Ramadhan tahun ini. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama belum melakukan Sidang Isbat penentuan awal Ramadan, tapi sebagian ormas Islam sudah menetapkan, pun Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag sendiri memprediksi Ramadhan akan berlangsung serentak.

Dan jika tak ada perbedaan, umat Islam di Indonesia mulai melaksanakan ibadah puasa 1 Ramadhan 1441 Hijriyah pada hari Jum’at tanggal 24 April 2020.

Kondisi kita saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, biasanya memasuki pertengahan sampai akhir bulan Sya’ban gaung Ramadan sudah mulai terlihat.

Tapi tidak untuk tahun ini, kedatangan tamu istimewa itu masih belum terlihat, bahkan nyaris terkesan seperti pergantian bulan lainnya, ia berjalan biasa saja.

Hal ini bisa jadi karena sudah hampir dua bulan kita sedang diuji dengan wabah penyakit yang hampir merata di seluruh dunia, yaitu virus Corona (Covid-19).

Bagi umat Islam bulan Ramadan adalah bulan yang dinanti-nanti, bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk kaum muslimin, pembeda antara haq dan bathil serta penjelasan mengenai petunjuk itu sendiri.

Ramadan satu-satunya nama bulan yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, di dalamnya terdapat malam yang digambarkan lebih baik dari seribu bulan (lailatul qodar). Syahrul adzim mubarak, bulan yang agung dan berlimpah keberkahan, itulah Ramadan.

Maka dengan berbagai keistimewaannya inilah kita dianjurkan bergembira dan bersukacita dalam menyambutnya. Sebab kegembiraan menyambut Ramadan itu juga menjadi salah satu tanda keimanan seorang muslim.

Ibarat akan menyambut tamu agung yang dinanti-nanti, maka kita perlu mempersiapkan segalanya dan tentu dengan senang hati menyambut datangnya sang tamu.

Artinya, dalam menyambut Ramadan kita dapat melakukan berbagai persiapan. Sebab Ramadhan adalah momentum olah jiwa tahunan, dimana ada dua dimensi yang dibentuk disini, yaitu ruhiyah dan jasadiyah.
Pertama, dimensi ruhiyah yang mencakup segala hal tentang semangat dan ketaatan dalam beribadah (sholat, tilawah, dzikir, dll).

Kedua, dimensi jasadiyah yang menguji ketahanan fisik, dengan adanya larangan makan dan minum dari mulai terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari di waktu maghrib serta menjaga nafsu syahwat.
Karena Ramadan adalah bulan yang di dalamnya banyak keutamaan dan melimpah keberkahan, sayang jika dilalui begitu saja tanpa produktivitas tinggi yang penuh arti.

Membaca buku, menulis, mendengar tausyiah, Tadarus Al-Qur’an, mengikuti kajian daring, membuat kerajinan tangan, dll. bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu selama Ramadhan #DiRumahAja, tentu yang paling utama memperbanyak amal ibadah kepada Allah SWT.

Oleh karena itu mari kita selaku kaum muslimin senantiasa membersihkan jiwa maupun raga. Dengan terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Jadikan bulan Ramadan kali ini sebagai momentum refleksi dan muhasabah diri atas apa yang dilakukan sebelas bulan kebelakang. Dan barangkali dengan adanya wabah ini Allah mengisyaratkan kaum muslimin untuk lebih banyak waktu mendekatkan diri dan memperbanyak ibadah kepada-Nya.

Mari kita berdo’a semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu, agar kita bisa menjalani Ramadan dengan tenang dan khusyu serta Indahnya Ramadan di Tengah Pandemi Covid – 19 dapat kita raih. (*)

Kepala SDIT Nurul Fajri Cikarang Barat

Related Articles

Back to top button