Cikarang

Pemkab Diminta Perhatikan Nasib Supir Angkutan Umum

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bekasi meminta Pemerintah Daerah (Pemda) bisa memberikan bantuan kepada para pengusaha angkutan umum.Terutama kepada para supir.

Sebab, dengan adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB,) sangat berdampak terhadap pendapatan supir angkutan.

Menurut Ketua Organda Kabupaten Bekasi, Obing Fakhrudin, dengan kondisi seperti sekarang, tentunya sangat berdampak sekali terhadap penghasilan supir dan pengusaha angkutan.

“Kami berharap  ada stimulus dari pemerintah daerah untuk para pelaku usaha angkutan umum. Khusus-nya bagi supir dan awak angkutan itu sendiri,” kata Obing saat dihubungi Radar Bekasi, Kamis (23/4).

Ia menilai, dengan adanya kesepakatan untuk memutus mata rantai virus corona (covid-19) ini, maka harus ada pengurangan penumpang angkutan. Dimana selama penerapan PSBB, setiap angkutan tidak boleh membawa penumpang di atas 50 persen.

“Kami sepakat untuk mencegah penyebaran covid-19 ini. Sehingga ada pengurangan jumlah penumpang angkutan. Dan tentu sangat berdampak terhadap pendapatan supir maupun pengusaha,” tuturnya.

Namun sayangnya, Obing  tidak tidak tahu jumlah pasti berapa angkutan umum yang ada di Kabupaten Bekasi, dengan alasan belum ada pendataan secara rinci.

Hanya saja, kata Obing, sejauh ini tidak ada pengurangan angkutan umum yang beroperasi. Kendati demikian, sudah banyak angkutan yang tidak beroperasi.

“Pengurangan angkutan umum sejauh ini tidak ada. Tapi dengan sendiri-nya berkurang, karena biaya operasional tinggi dan penumpang dibatasi. Jumlah angkutan banyak, tapi penumpang sedikit,” terangnya.

Lanjut Obing, penghasilan para pengusaha angkutan umum maupun supir mengalami penurunan sangat drastis. Namun dirinya tidak bisa mengetahui secara pasti berapa penurunan-nya.

“Paling tidak sebelum-nya bisa mencukupi biaya hidup sehari-hari,” ucapnya.

Dia memastikan, penurunan penumpang pada angkutan umum mencapai 70 persen dari sebelum-nya. (pra)

Related Articles

Back to top button