BekasiBerita Utama

Tarawih Tanpa Pengeras Suara

SALAT TARAWIH : Sejumlah warga melaksanakan Salat Tarawih berjamaah di Masjid Nurul Muttaqien, Pekayon Jaya, RT 03 RW04, Bekasi Selatan, Kamis (23/4). MUI mengimbau untuk tidak melaksanakan Salat Tarawih berjamaah di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) guna memutus penularan virus tersebut. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Meskipun pemerintah Kota Bekasi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan maklumat agar melakukan ibadah salat tarawih di rumah untuk menghindari kerumuman masa guna mencegah penularan Covid-19, namun masih ada sejumlah masjid yang menyelenggarakan salat berjamaah.

Seperti yang terlihat di Masjid Nurul Muttaqien, Kampung Pekayon Jaya, RT 03/04 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Meskipun dengan jamaah tidak sebanyak bulan ramadan biasanya, warga terlihat khusuk mengerjakan salat tarawih. Agar tidak mengundang jamaah yang membludak, salat sengaja tidak menggunakan pengeras suara.

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mengaku sengaja tidak menggunakan pengeras suara, pasalnya banyak masjid yang tidak menyelenggarakan salat terawih. Pengeras suara akan mengundang kehadiran jamaah lebih banyak, melainkan hanya mengundang warga sekitar.

“Kalau kita menggunakan pengeras suara, otomatis jamaah lebih banyaj lagi, makanya kita nggak menggunakan pengeras suara, cuma mengundang saja,” ungkap salah satu pengurus DKM, Adi (42).

Pengurus DKM diakui oleh Adi merasa serba salah, lantaran masyarakat meminta untuk pengurus masjid mengadaka shalat tarawih berjamaah. Padahal, ia sudah mengetahui adanya himbauan dari pemerintah Kota Bekasi untuk beribadah di rumah masing-masing.

Jumlah jamaah pada tarawih pertama ini diakui lebih sedikit jumlahnya dibandingkan pada tarawih tahun sebelumnya yang membludak hingga keluar area masjid. Jarak antara satu masjid dengan masjid yang lain diwilayahnya cukup jauh, sekira 1 km.”Tapi kalau untuk salat Jumat kita total nggak ada sama sekali, kita pasang banner himbauan,” lanjut Adi.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi telah mengeluarkan maklumat terkait dengan panduan ibadah selama bulan suci ramadan. Dalam panduan tersebut, masyarakat diminta untuk tidak melaksanakan buka puasa bersama serta saur on the road, tidak ngabuburit, tidak melakukan tarawih keliling, tidak menyelenggarakan acara Nuzulul Quran, tidak melaksanakan takbir keliling, tidak menyalakan petasan atau kembang api, tidak melakukan open house atau bersilaturahmi keliling usai shalat Idul Fitri, dan tidak melakukan perjalanan jauh sepeti mudik atau rekreasi.

“Semua dikerjakan di rumah dengan baik, benar sesuai petunjuk syari’at dan ikhlas semata-mata mencari ridlo Allah, bisa secara berjamaah dengan keluarga inti atau dilakukan sendiri. Adapun Adzan dan Iqomah dapat dilakukan dari Masjid masing-masing,” ungkap sekertaris MUI Kota Bekasi beberapa waktu lalu kepada Radar Bekasi.

Maklumat MUI Kota Bekasi ini juga sudah ditindak lanjuti dengan maklumat Wali Kota Bekasi nomor 451/2740/Setda.Kesos.

Seperti diketahui, awal puasa atau 1 Ramadan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat 24 April 2020. Hal ini ditentukan setelah Kementerian Agama melakukan pemantauan rukyatul hilal dan metode hisab dari 82 titik yang telah disiapkan.

“Menurut laporan, posisi hilal 2 derajat 41 menit sampai. Karenanya kami dengan suara bulat menetapkan awal Ramadan jatuh pada esok hari bertepatan hari Jumat 24 April 2020,” kata Menteri Agama Fachrul Razi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (23/4).

Fachrul menyampaikan, bulan Ramadan pada tahun ini hadir pada saat dunia dilanda pandemi. Karenanya banyak hal yang harus disesuaikan agar ibadah tidak berkurang dan penyebaran Covid-19 dapat di selesaikan.“Namun hal itu tidak boleh mengurangi semangat dan tekad kita bagi peningkatan ibadah kita,” ucap Fachrul.

Untuk menjaga daya tahan tubuh saat puasa di tengah pandemi, Fachrul menganjurkan untuk sahur dengan air putih dan makan yang tidak berlebihan. Kemudian memakan yang dapat menjaga daya tahan tubuh.“Dalam situasi ini, ibadah puasa harus ditekuni dengan sebaik-baiknya,” harap Fachrul.(Sur/jpc)

Related Articles

Back to top button