Berita UtamaPendidikan

12 Siswa SMK Tak Lulus

SMK-BPS&K-2-Kota-Bekasi
ILUSTRASI: Siswa SMK BPS&K 2 Kota Bekasi mengikuti KBM di dalam ruang kelas. Sebanyak 12 siswa SMK di wilayah Bekasi dinyatakan tak lulus tahun ini. Foto: Dewi Wardah

Radarbekasi.id – Sebanyak 12 siswa SMK dinyatakan tak lulus. Belasan siswa itu berasal dari berbagai sekolah swasta di wilayah Bekasi.

Kelulusan siswa tingkat SMA sederajat tahun ajaran 2019/2020 diumumkan Sabtu (2/5). Pengumuman dilakukan oleh masing-masing sekolah secara daring guna menghindari kerumunan siswa di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, 37.277 siswa tingkat SMA/SMK/SLB sudah diumumkan hasil kelulusannya. Dari jumlah itu, 37.265 siswa dinyatakan lulus.

“Ada 12 siswa tingkat SMK yang dinyatakan tidak lulus,” kata Kepala Seksi Pengawas KCD Pendidikan Wilayah III Awan Suparwana, kepada Radar Bekasi, Minggu (3/5).

Para siswa yang tidak lulus berasal dari berbagai sekolah. Yakni SMKS Jaya Kemuning, SMKS Dinamika Insani Mandiri, SMKS Tunas Jakasampurna, SMKS BPS & K II, SMKS Bisnis dan Teknologi, SMKS Ananda, SMKS Bina Mandiri, SMKS Karya Bahana Mandiri 2, SMKS Tinta Emas Indonesia dan SMKS Patriot 1 Bekasi.

Menurut Awan, siswa yang dinyatakan tidak lulus karena tidak memenuhi standar kelulusan. Antaralain tidak mengikuti ujian sekolah, padahal sudah terdaftar di data pokok pendidikan (dapodik).

“Salah satu standar kelulusan yaitu harus mengikuti ujian sekolah, jika siswa tersebut tidak mengikuti ujian sekolah bisa saja sekolah tidak meluluskan siswa tersebut. Saat ini yang saya tahu faktor terbesar siswa tidak mengikuti ujian karena mengundurkan diri ataupun dinyatakan meninggal dunia,” tuturnya.

Adapun peserta didik tingkat SMA/SLB sementara ini dinyatakan lulus 100 persen. Rinciannya SMA berjumlah 15.683 siswa dan SLB berjumlah 63 siswa dinyatakan lulus tahun ini.

Menurut Awan, data kelulusan siswa masih bersifat sementara. Pasalnya, KCD Wilayah III hingga Senin hari ini masih melakukan pemantauan data kelulusan.

“Ini semua masih bersifat sementara karena hasil laporan masih akan terus diupdate hingga besok (hari ini, red),” katanya.

Kepala SMK Bina Mandiri Endah Sulistiani membenarkan bahwa dua anak didiknya dinyatakan tak lulus. Keduanya tidak memenuhi standar kelulusan yakni mengikuti ujian sekolah karena yang bersangkutan meninggal dunia akibat sakit sebelum pelaksanaan ujian.

“Benar di tahun ini ada 2 siswa kami yang dinyatakan tidak lulus, semua dengan alasan sakit dan harus dirawat. Anak ini memang sudah sakit sejak lama tapi kita pihak sekolah optimis 2 siswa ini masih bisa mengikuti ujian makanya kita daftarkan di dalam dapodik kelulusan. Tapi apa boleh buat sebelum pelaksanaan ujian 2 anak ini harus menghembuskan nafas terakhir dan dinyatakan meninggal dunia,” tuturnya.

Senada disampaikan oleh Kepala SMKS BPS & K II Agus Suryadinata. Ia menyampaikan, satu siswa dinyatakan tidak lulus karena mengundurkan diri sebelum pelaksanaan ujian sekolah.

“Sebelum pelaksanaan ujian sekolah anak tersebut memang sudah jarang masuk sekolah namun kami berusaha untuk menghampiri dan menanyakan langsung kepada pihak siswa dan keluarga. Namun keluarga memutuskan untuk mengeluarkan anaknya karena siswa tersebut sudah dinikahi,” ujar Agus. (dew)

Related Articles

Back to top button