Berita UtamaCikarang

Harga Daging dan Bawang Mulai Menanjak

LAYANI PEMBELI: Pedagang daging sedang melayani pembeli di Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi, Selasa (19/5). Jelang Hari Raya Idul Fitri, harga daging mulai mengalami kenaikan. DAN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Mendekati Harai Raya Idul Fitri, Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bekasi mencatat sejumlah kenaikan harga beberapa komoditi.

Data yang dihimpun Disperindag, kenaikan harga bahan pokok terjadi pada komoditi jagung manis dari Rp 4.000/kg menjadi Rp 8.000/kg, bawang putih dari Rp 32.000/kg menjad Rp 36.000/kg, bawang merah dari Rp 32.000/kg menjadi Rp 55.000/kg.

Kenaikan harga paling tinggi adalah daging beku, dari Rp 80.000/kg menjadi  Rp 120.000/kg. sementara daging ayam ras, dari Rp 32.000/kg menjadi Rp 33.000/kg. Sementara harga daging yang masih stabil adalah daging kambing, yakni Rp 110.000/kg dan daging ayam kampung Rp 75.000/kg.

Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian, Evaluasi dan Promosi Disperindag Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti mengakui adanya kenaikan harga sejumlah barang komoditi. Bahkan, kata dia, pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung ke tiap-tiap pasar yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Kami sudah mengecek beberapa harga komoditi di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Bekasi, salah satunya Pasar Tambun,” ujar Helmi kepada Radar Bekasi, Selasa (19/5).

Kata dia, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama Badan POM dan MUI serta Disperindag, harga daging mengalami kenaikan. Tidak hanya itu saja, pihaknya juga melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa daging yang dijual di pasar Kabupaten Bekasi, tidak ada oplosan, seperti yang sempat ramai di kalangan pedagang.

“Dari hasil pemantauan dan pemeriksaan, Alhamdulillah kami tidak menemukan daging yang dioplos dengan daging celeng (babi). Hal ini bertujuan untuk meyakinkan masyarakat saat berbelanja,” terang Helmi.

Sementara Bagian Administrasi dan Korlak UPTD Pasar Cibitung, Endang mengakui, akan ada kenaikan harga beberapa bahan komoditi, seperti data yang diperoleh dari Disperindag Kabupaten Bekasi.

 “Memang sudah ada beberapa harga bahan komoditi yang mengalami kenaikan. Selain daging, juga ada bawang merah dan bawang putih yang tiap harinya mengalami kenaikan cukup signifikan,” tuturnya.

Namun Endang memastikan, untuk bahan komuditi lain-nya tidak akan mengalami kenaikan yang cukup besar. Sebab, ada paguyuban tertentu yang melakukan pengawasan sehingga distribusi-nya tetap lancar.

Misalnya cabe, yang biasanya tiap tahun mengalami kenaikan, tetapi di tahun ini tidak ada kenaikan dan masih di angka Rp 20.000/kg.

“Untuk bawang, bisa dimungkinkan mengalami kenaikan harga, karena ada kendala saat pendistribusian. Mungkin juga, yang lain akan mengalami kenaikan, jika proses distribusi-nya terhambat di tegah pandemi Covid-19. Tapi, sejauh ini masih aman,” terang Endang. (dan)

Close