Metropolis

Jumlah Kendaraan Dipaksa Kembali ke Jakarta Melonjak Dua Kali Lipat

DIALIHKAN : Petugas Kepolisian mengalihkan kendaraan transportasi umum saat melintas di Gerbang Tol Cikarang Barat, Sabtu (25/4/2020). RAIZA SEPTIANTO /RADAR BEKASI
DIALIHKAN : Petugas Kepolisian mengalihkan kendaraan transportasi umum saat melintas di Gerbang Tol Cikarang Barat, Sabtu (25/4/2020). RAIZA SEPTIANTO /RADAR BEKASI

BEKASI, RADARBEKASI.ID –Jumlah kendaraan yang dipaksa kembali ke Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat 3 melonjak dua kali lipat. Pada Rabu (20/5/2020) terdapat 4.003 kendaraan sementara pada Kamis (21/5/2020) terdapat sebanyak 8.013 kendaraan.

General Manager Representatif Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Widiyatmiko Nursejati menjelaskan, dari 8.013 kendaraan yang dialihkan tersebut, sebanyak 7.732 merupakan kendaraan pribadi dan 281 merupakan kendaraan angkutan penumpang.

Widiyatmiko menjelaskan, lonjakan kendaraan yang dikeluarkan bukan karena adanya peningkatan lalu lintas yang meninggalkan Jakarta. Namun, karena diperketatnya pengawasan kendaraan keluar area Jabotabek dari aparat.

“Pantauan kami di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama untuk hari Kamis kemarin, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta untuk menuju Jalan Tol Trans Jawa turun sekitar 43 persen jika dibandingkan dengan Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) normal,” katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (22/5/2020).

Selain itu, Pamendal Pospam Check Point Cikarang Barat, Kompol Joko Sutriono menegaskan, pelanggaran terhadap larangan mudik relatif banyak selama dua hari terakhir. Dian menegaskan, penindakan berupa dikeluarkannya kendaraan terindikasi mudik ke gerbang tol terdekat akan terus berlangsung.

Proses lebih lanjut seperti tilang dan menahan kendaraan juga terus kami terapkan, terutama bagi masyarakat yang nekat untuk menumpang kendaraan travel gelap,” paparnya.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid-19 dengan tidak mudik dan tidak piknik di Lebaran Tahun 2020.

“Selain itu, batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah,” ujarnya. (dan)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 5 =

Close