Bekasi

Beras Bansos dari Kemensos Kotor

Illustrasi : Pedagang memikul beras di agen beras kawasan Pasar Baru, Kota Bekasi, Kamis (23/4). Beras sumbang inflasi tertinggi di Kota Bekasi pada Maret 2020 lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah warga RW 033 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, merasa kecewa dengan beras paket Bantuan Sosial (Bansos) yang diberikan oleh Kementrian Sosial (Kemensos). Pasalnya, beras tersebut dinilai tak layak konsumsi.

Dari 193 paket Bansos yang diterima bagi satu RW, sementara ini ada 28 paket beras Bansos berisi potongan beras (menir) dan gabah. Dari satu bungkus seberat 5 kg beras, tidak sampai setengahnya yang bisa dimanfaatkan.”Yang setengah kurang itu yang kepake, yang sisa (dibuang) itu setengah lebih,” ungkap salah satu warga, Lena.

Dia mengaku, awalnya menerima dua paket beras tersebut pada April lalu seberat 10 kg. Ketika akan dibersihkan, dia mendapati berasnya kotor dan tak layak konsumsi. Pengurus RW setempat menukar satu bungkus beras miliknya dengan satu bungkus beras dalam kondisi baik. Tidak banyak warga yang sadar dengan kondisi beras yang didapat sebelum Lena membuka dan membersihkan beras yang ia dapat, setelahnya total 28 bungkus beras dalam kondisi tidak layak konsumsi.

“Gatau (mau dikemanakan berasnya), ya mau gimana (kasih ayam), masa tega kaya gitu kasih makan sama orang kan nggak mungkin,” tukasnya.

Total sudah tiga kali ia mendapatkan paket Bansos, pertama dari Pemeintah Kota Bekasi, diakui kondisi beras cukup baik dan layak konsumsi. Kedua kalinya, mendapatkan paket berwarna merah dari Kemensos, berisi beras 25 kg juga dengan kondisi baik. Ketiga, kembali mendapatkan beras dengan bungkus yang sama, dengan kondisi tidak layak konsumsi.

Ketua RW 033, Agus Sudarto mengatakan ada 193 warga di wilayahnya terdaftar mendapatkan Bansos dari Kemensos. Setelah bansos dikirim, ia meminta keikhlasan warganya untuk berbagai dengan warga lain yang tidak masuk ke dalam data penerima bansos untuk dibagikan.

Setiap kali paket datang, dipecah dan dibagi menjadi 243 paket Bansos. Selain dari Kemensos, beberapa waktu lalu, warganya sebanyak 120 KK juga terdaftar sebagai penerima Bansos dari Pemerintah Kota, dari pemerintah provinsi Jawa Barat delapan KK.

Pada bulan Mei ini, Pemerintah Kota Bekasi tidak menyalurkan Bansos kepada Warga, warga yang sudah terdata sebanyak 197 ribu diberikan oleh Presiden Joko Widodo melalui Kemensos. Sementara pemerintah Kota Bekasi menyiapkan 75 ribu paket Bansos jika Bansos yang diberikan oleh Kemensos tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

Bagi warga yang mendapatkan paket Bansos dengan kondisi tidak layak konsumsi, tidak bisa ditukar dengan Bansos yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Bekasi, karena berpotensi double anggaran.

“Nggak bisa digantiin yang beras itu. Itu juga banyak sih orang-orang yang protes, malah diberikan ke kita, ke sini (Dinsos),” terang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi, Ahmad Yani.

Warga yang datang meminta untuk paket Bansos diganti dengan yang baru tidak bisa dilakukan. Pasalnya, paket Bansos sebanyak 75 ribu yang disiapkan oleh Pemkot Bekasi untuk menyisir warga yang belum terdaftar.

Alternatif lain bisa dilakukan dengan mengganti paket Bansos milik warga yang sudah meninggal atau sudah pindah alamat tinggal. Namun, harus disertai Berita Acara (BA).

“Nah itu minta RT nya dan RW nya yang menggantikan dengan yang lain tapi harus BNBA (Berita Acara), menggantikan si Fulan ini, namanya diganti, dilaporkan ke pemerintah kota, yang diingikan dengan dinas sosial,” tukasnya.

Paket Bansos yang diterima oleh warga dari Kemensos berisi 10 kg beras, sembilan kaleng sarden, sepuluh bungkus mie instan, dan dua liter minyak. (Sur)

Close