BekasiBerita Utama

PPDB Online Error

PPDB
ILUSTRASI: Sejumlah siswa salah satu sekolah swasta di Kota Bekasi mengikuti kegiatan belajar di kelas. BMPS menilai jumlah rombel PPDB 2020 tingkat SMA sederajat masih terlalu banyak. Dok

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Semi Kinanti (38), terpaksa harus mendatangi SMKN 1 Kota Bekasi. Warga Bekasi Barat ini ditemani anaknya mendatangi sekolah karena tidak bisa mengakses web pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), kemarin.

“Saya datang langsung ke sekolah tujuan untuk mencari informasi PPDB juga untuk memastikan proses verifikasi data, karena web PPDB sempat mengalami kendala. Saya tidak bisa akses,” ujarnya kepada Radar Bekasi Senin, (7/6).

Kondisi serupa juga dialami salah satu orang tua calon peserta didik baru, Ellen Else Wongkar (40). Dia mengaku tidak bisa submit data. “Jadi anak saya dirumah nyoba submit data untuk verifikasi ke web PPDB, tapi gagal terus,” terangnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bekasi. Orang tua wali murid mendatangi sekolah karena panik tidak bisa mendaftar melalui online. Pantauan Radar Bekasi, di SMAN 4 Tambun Selatan, SMK 1 Cikarang Barat, SMA 1 Cikarang Utara dan SMK 3 Cikarang Utara di penuhi orang tua wali murid. Error sistem menjadi kendala saat siswa meng upload Kartu Kependukan (KK).

“Sampai pukul 15.00 WIB, kendala masih disitu. Temuan kita masih di KK. Karena mungkin, ada penyesuaian nomor NIK di server. Juga di pusat juga, mungkin ada pengecekan secara online. Belum lagi, bentuknya adalah gambar yang di upload. Tentu, kalau bermasalah akan berimbas pada keterlambatan membuka data lain. Bahkan, bila satu siswa mengalami kendala itu, bisa memakan waktu satu hingga dua jam lamanya,” ujar Ketua komite SMK 1 Cikarang Barat, Sujai

Ketua pelaksana PPDB online, SMK 1 Cikarang Barat, Warjat mengaku, pendaftar tidak bisa mengisi kolom biodata hingga gagal mengunduh formulir dalam website PPDB online tersebut.

“Secara keseluruhan, berjalan lancar. Kita berupaya untuk tidak ada kepadatan dan kerumunan warga. Jadi kita terapkan protokoler kesehatan. Bila ada yang terkendala error, maka akan dipisahkan sementara. Kami sarankan untuk menunggu sampai perbaikan selesai. Sejauh ini, semua bisa berjalan baik,” tukasnya.

Sementara Kasi Pengawas Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Awan Suparwan mengakui kendala teknis dan downnya web PPDB sempat dirasakan oleh seluruh pengguna web PPDB Provinsi Jawa Barat. Downnya web pada proses PPDB dikarenakan banyaknya masyarakat mengakses secara bersamaan.

“Iya web PPDB sempat mengalami gangguan karena ribuan masyarakat secara bersamaan mengakses link PPDB Provinsi Jawa Barat dan ada ganguan teknis yang menggangu server sehingga web mengalami gangguan,” tukasnya.

Web PPDB Provinsi Jawa Barat mengalami kendala pada pukul 09.00 WIB. Sejumlah pengguna tetap bisa masuk ke web PPDB Jabar namun submit data tidak bisa dilakukan oleh pengguna web. Kendala server berlangsung hingga pukul 14.00 WIB membutuhkan proses yang cukup lama untuk menstabilkan kembali web PPDB.

Pihak KCD berharap kendala serupa tidak terjadi untuk hari kedua pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2020/2021. Sementara dalam hal ini pihak KCD juga mengingatkan untuk seluruh sekolah yang melaksanakan proses PPDB dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

“Semoga saja kendala yang hari ini (kemarin, red) terjadi, tidak terjadi dihari kedua pelaksanaan PPDB. Kita juga berharap sekolah dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat untuk pelaksanaan PPDB tahun ini,” pungkasnya.(dew/dan)

Related Articles

Back to top button