Metropolis

Terminal Lewati Pemeriksaan SIKM

ILUSTRASI: Sejumlah armada bus terparkir di Terminal Induk Kota Bekasi, Bekasi Timur belum lama ini. Rencananya terminal ini bakal direlokasi setelah dibangunnya terminal tipe A. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aktivitas di Terminal Induk Kota Bekasi mulai berangsur normal usai dibuka sepekan lalu. Namun, protokol kesehatan terlihat tak berjalan semestinya.

Pantaua Radar Bekasi, masih banyak penumpang maupun, petugas penyedia jasa transportasi yang tak mengenakan masker serta terlihat berkerumun. Disana juga tak terlihat pengecekan suhu tubuh penumpang maupun Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bekasi, Dadang Ginanjar beralasan, soal SIKM dan kondisi kesehatan para penumpang yang datang dari berbagai daerah sudah dilakukan pengecekan di wilayah masing-masing.

“SIKM kan memang melekat sesuai Perwal, dan kita ini hanya menerima masuknya angkutan transportasi di Terminal. Kalaupun, angkutan itu sampai disini berarti dari daerahnya dianggap aman diberangkatkan kesini atau berasal dari zona hijau,” kata Dadang ditemui di Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, belum lama ini.

Dadang menegaskan, penumpang berasal dari zona merah belum diizinkan masuk ke wilayah Kota Bekasi. Jadi, diakuinya, kalaupun harus dilakukan pengecekan pun diserahkan kepada PO atau perusahaan angkutan.

“Yang jelas, sejak Terminal dibuka tak ada satupun penumpang yang datang kesini, karena permasalahan melanggar protokol kesehatan dan tak dilengkapi SIKM dipaksa untuk balik lagi ke daerah asalnya. Hal itu tak bisa kita lakukan juga, lagipula sesuai Perwal kan kalaupun untuk pengawasan terkait Covid-19 lebih diarahkan tingkat RT/RW, sehingga kalau ada orang datang ya aparat di wilayah yang awasi dan memantau,” ungkapnya.

Terpisah, salah satu petugas PO Bus di Terminal Bekasi yang melayani penumpang Lintas Sumatera, Sam (45) mengaku, para penumpang yang dilayani tidak menyertakan SIKM untuk dapat diantar ke daerah tujuan .

“Tak perlu SIKM, tak cek mas. Cuma paling kita tetap mengikuti protokol kesehatan dengan cek kondisi dari calon penumpang, dan disarankan bawa surat sehat dari rumah sakit atau puskesmas saja. Itu saja sih, dan kalau kita sendiri paling siapin alat cek suhu tubuh, dan meminta penumpang selalu menggunakan masker,” terangnya.

Sugeng (56) calon penumpang bus tujuan Semarang mengakui, dirinya tak membawa SIKM. Akan tetapi, dari PO Bus memintanya untuk lakukan rapid test sebagai bukti dalam keadaan sehat.

“SIKM tak ditanyain mas, cuma kita diminta untuk lakukan rapid test aja dari PO,” ucapnya singkat. (mhf)

Related Articles

Back to top button