Metropolis

Izin Pedagang CFD Tunggu Hasil Evaluasi

ILUSTRASI: Pedagang kaki lima (PKL) memadati komplek GOR Kota Bekasi sebelum adanya larangan berjualan saat dibukanya CFD Jalan Jenderal Ahmad Yani Bekasi Selatan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi belum memperbolehkan pedagang berjualan di sejumlah area Car Free Day (CFD) dan sekitarnya, menunggu hasil evaluasi pasca dihelatnya CFD, Minggu (5/7).

Maraknya pedagang kali lima (PKL) di sejumlah jalur dekat Stadion Patriot Candrabhaga dan gang menuju jalur CFD Jalan Jenderal Ahmad Yani, dikhawatirkan membuat kerumunan dan berpotensi menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Koprasi dan UKM Kota Bekasi, Abdillah Hamta mengatakan, untuk beberapa pekan kedepan para pedagang atau UKM belum di perbolehkan berjulan pada moment CFD. Pasalnya kondisi pandemi Covid-19 masih fluktuatif.

“Ya pelaku usaha dan UKM bukan tidak boleh berdagang selamanya. Nanti ada waktunya untuk mereka berdagang lagi. Untuk sekarang suasanya belum baik dan pemerintah khawatir dengan kluster baru Covid-19,” kata Abdillah, ketika dihubungi Radar Bekasi, Senin (6/7).

Dijelaskannya, evaluasi akan dilakukan pasca dihelat kembali CFD setelah tiga bulan disetop sementara karena masifnya wabah Covid-19. Evaluasi bakal dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

“Kita akan evalusia hasil CFD kemarin dengan Dinkes,” ucap dia.

Menurutnya, UKM binaanya hanya terdapat puluhan, berada di samping gedung Pemkot Bekasi. Sisanya merupakan pedagang kaki lima (PKL).

Jika tidak terjadi penularan selama pelaksanaan CFD, pihaknya memberikan lampu hijau untuk ledagang bisa kembali berjualan, namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Pastinya kita nunggu penilaian dan hasil evaluasi. Jika CFD kemarin berjalan baik dan tidak ada yang tejangkit Covid-19, tidak menutup kemungkinan dua pekan depan akan di perbolehkan penjual dan UKM buka usahanya di CFD,” ungkapnya. (pay)

Related Articles

Back to top button