Metropolis

Dinkes Simpulkan Limbah Domestik

Temuan Ceceran Masker di TPA Sumur Batu

Illustrasi : Pemulung memungut sampah di TPA Sumur Batu, Kota Bekasi, Rabu (1/7) Sampah bekas limbah medis yang diduga bekas penanganan covid-19 dibuang di TPA Sumur Batu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menyimpulkan temuan sampah yang diduga limbah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, merupakan limbah domestik.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menyebut,

limbah bukan berasal dari sisa penanganan medis Rumah Sakit (RS) atau fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) yang ada di Kota Bekasi. Berdasarkan hasil investigasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diklaim bahwa temuan tersebut merupakan limbah domestik.

“Iya, hasil penelusuran yang telah dilakukan oleh Lingkungan Hidup itu intinya, bahwa sampah diduga limbah medis itu merupakan limbah domestik,” kata Tanti ketika ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Rabu (8/7).

Tantri meyakini limbah tersebut berasal dari limbah domestik lantaran ketika ditemukan bukan dari jenis karung yang dikhususkan sampah medis, karena karung itu berwarna hitam.

“Jadi, kalau karung warna hitam itu biasanya dipakai untuk buang limbah domestik oleh rumah sakit, Puskesmas, Klinik. Sedangkan, jika untuk sampah khusus alat medis biasa diletakkan di karung warna kuning,” jelasnya.

Tanti menyebut, berdasarkan hasil temuan di TPA Sumur Batu rata-rata yang ditemukan berupa masker yang digabung dengan sampah domestik lainnya. “Jadi, kok kenapa kita (Dinkes) dan LH katakan ini masuk kepada kelompok limbah domestik, karena pembuangan di situ gunakan karung biasa berbagai macam makanan,” terangnya.

“Kemudian, karena itu ada masker jadi dikira merupakan limbah medis, padahal, saat ini masker sudah tak lagi menjadi limbah medis tetapi ini sudah menjadi limbah domestik. Dan masker itu kita semua pakai, apalagi pandemi gini tau sendiri, tidak harus orang kesehatan. Nah, terkait resep yang juga ditemukan juga bisa dari dimana saja, bahkan di rumah tangga,” paparnya.

Adapun pasca kejadian ini, Tanti menegaskan, pihak Dinkes bakal terus membina rumah sakit, Klinik, dan Puskesmas di Kota Bekasi agar bisa mengolah, dan memilah-milah limbahnya, antara domestik dengan medis dengan benar. Selain itu, dia juga berencana akan mengawasi seluruh pihak ketiga yang bekerja sama dengan Klinik, Puskesmas, dan rumah sakit.

“Jadi, yang jelas kita mengimbau kepada semuanya, bahwa buang masker tidak boleh sembarangan khususnya yang bisa mendeteksi konfirmasi (Covid-19). Itu tidak boleh dibuang sembarangan, sebaiknya memang dimusnahkan untuk antisipasi,” pungkasnya. (mhf)

Related Articles

Back to top button