Bisnis

Hunian Berkonsep TOD Pilihan Tepat Investasi Properti di Tengah Pandemi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Krisis global akibat pandemi Covid-19 berdampak pada lesunya aktivitas ekonomi Indonesia, termasuk pula sektor properti. Padahal, pergerakan bisnis properti sempat membaik pada akhir 2019 hingga awal 2020 setelah terjadi perlambatan selama tiga tahun terakhir ini.

Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Rizkan Firman mengatakan, pihaknya optimis terhadap permintaan pasar yang tinggi terhadap hunian yang terintegrasi transportasi atau Transit Oriented Development (TOD).

“Pandemi Covid-19 itu bersifat temporer, sedangkan kebutuhan hunian senantiasa meningkat karena jumlah penduduk semakin bertambah. Selain itu, megaproyek MRT dan LRT yang segera selesai ini diprediksi mendongkrak prospek pada pengembangan properti berkonsep TOD, yang mengedepankan kemudahan akses transportasi Jabodetabek,” ujar Rizkan dalam siaran pers, Rabu (8/7).

Menurut Rizkan, berinvestasi properti saat pandemi menjadi prospek yang nilainya tidak akan turun, justru meningkat secara signifikan.

“Berinvestasi di properti setidaknya akan meraup keuntungan antara 15-20 persen per tahun. Kemudian, pemilik properti dapat menyewakan kepada pihak lain, sehingga dapat menghasilkan keuntungan bulanan atau tahunan,” tukasnya.

Diakui oleh Direktur Pemasaran ACP Indra Syahruzza, prospek hunian berkonsep TOD pada 2020 sangat bagus. Alasannya, transportasi massal semakin berkembang, seperti MRT, LRT dan kereta cepat.

“Sehingga, masyarakat semakin sadar terhadap kelebihan-kelebihan hunian yang dekat atau bahkan terintegrasi langsung dengan transportasi massal seperti produk hunian dari LRT City,” imbuhnya.

Seperti halnya LRT City Bekasi – Eastern Green. Hunian berkonsep TOD yang berada di kawasan Bekasi Timur ini mengusung konsep “Your Smart Move”, “Smart Acces” dan “Smart Facility”.

“Makna ‘Your Smart Move’ ini merujuk pada LRT City Bekasi – Eastern Green merupakan pilihan cerdas yang mesti Anda miliki. Sementara itu, ‘Smart Access’ adalah kemudahan akses yang sangat strategis seperti 0 KM dari Stasiun LRT Jatimulya, Exit Tol Bekasi Timur, Green Walk Mall, BRT Transjabodebek, dan RS Awal Bros,” terang Project Director Eastern Green Apartemen Setya Aji Pramana.

Selain itu, sambung Setya, “Smart Facility” adalah fasilitas yang mempermudah penghuni dalam beraktivitas dengan penggunaan smart home, dimana penghuni dapat mengontrol peralatan elektronik di unitnya dengan handphone yang terkoneksi internet. Terdapat pula kartu akses yang dapat digunakan untuk kartu parkir, lift, unit apartemen dan mall ke apartemen. Selanjutnya, tersedia fasilitas lainnya, seperti kolam renang, lintasan joging, gym, taman pinggir kota, dan masih banyak lagi.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, LRT City Bekasi – Eastern Green memastikan bahwa konsumen loyal dan calon konsumen kami merasa #StaySafeatLRTCity dengan konsep Healthy & Hygienist, Safety dan Convenience. Kami melakukan protokol kesehatan yang memperhatikan higienitas dan kesehatan,” sebutnya.

Setya menambahkan, LRT City Bekasi – Eastern Green memperhatikan keamanan saat pandemi seperti desain furniture yang berjarak di area fasilitas umum, lift passenger dengan tanda untuk posisi berdiri, flow antrian masuk lobi maupun lift yang berjarak sesuai dengan aturan social distancing. Selain itu, berlokasi sangat dekat dengan rumah sakit sangatlah aman ketika ada situasi darurat.

“Kemudian, #StaySafeatLRTCity juga sangat memperhatikan kenyamanan dari segi fasilitas yang kami tawarkan di masa pandemi ini seperti Wi-Fi yang kuat diseluruh area Fasilitas dan Kawasan LRT City Bekasi – Eastern Green. Jadi sangat mempermudah untuk penghuni bekerja dari rumah dan tidak hanya di dalam unit saja,” ungkap Setya.

Saat ini, sambungnya, LRT City Bekasi – Eastern Green memiliki dua tower, yakni Tower Primrose dan Tower Clove. Total unit Tower Primrose sebanyak 634 unit dengan beragam tipe, seperti Premiere (studio), Executive (1BR) dan Suite (2BR). Untuk Tower Primrose telah diserahterimakan pada Juli 2020. (oke)

Close