BekasiCikarang

Polisi masih Dalami Motif Pembakaran UPB

GARIS POLISI: Seorang pengendara bermotor melewati pos keamanan Universitas Pelita Bangsa yang dibakar dan dipasangi garis polisi di Jalan Kalimalang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Selasa (14/7). DAN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dua kali berturut- turut, pemuda yang diduga preman dan melakukan pengrusakan dengan cara membakar pos security serta sejumlah fasilitas Univesrsitas Pelita Bangsa (UPB), masih memberi keterangan berubah-ubah.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Bekasi, aksi pengrusakan kampus yang berada di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi itu, pertama dilakukan pada Jumat (10/7). Pemuda yang diperkirakan lebih dari satu orang melakukan pembakaran pos security sekitar pukul 22. 00 WIB.

Kemudian, aksi susulan dilakukan pada Minggu (12/7), pelaku yang sama nekat merusak fasilitas yang berada di sekitar pos security tersebut.

Saksi mata yang juga security UPB, Sugianto menceritakan, saat malam pembakaran pos penjagaan kondisi jalan dan kampus sedang sepi. Petugas sedang mengontrol ke tiap bangunan kampus.

Namun saat menjelang tengah malam, percikan api terlihat di sekitaran pos masuk dan pos keluar kendaraan. Petugas yang berjaga langsung berusaha memadamkan api.

“Saya tidak melihat persis, mungkin ada beberapa orang. Sebab ada beberapa orang yang terlihat meninggalkan lokasi,” tuturnya.

Sugianto awalnya tidak merasa curiga, tapi pada Minggu pagi, tepatnya pukul 06.00 WIB, kembali ada pengrusakan di sekitar pos security, yang sebelumnya sudah dibakar.

“Masih pagi-pagi, ada pemuda yang datang kemudian merusak dan menghancurkan fasilitas yang ada di pos menggunakan pentungan besi. Kami pun langsung melaporkan kejadian itu ke polisi,” ujarnya.

Menurut Sugiarto, pelaku yang melakukan pembakaran dan pengrusakan itu bukan warga setempat.

Menindak lanjuti adanya pengrusakan dan pembakaran tersebut, Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Sunardi menyampaikan pelaku pengrusakan bernama Arief Setiawan (26). Saat ini telah diamankan petugas ke Mapolsek Cikarang Selatan.

“Kami belum mengetahui aksi nekat dan motif dari pelaku yang tinggal di Kampung Rawa Bangkong, RT 001/004, Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur itu,” kata Sunardi.

Pihaknya hingga kini masih terus meminta keterangan tersangka guna mengetahui motif pengrusakan dan pembakaran pos security dan fasilitas kampus.

“Keterangan pelaku berubah-ubah, dan kami masih terus gali motif pelaku melakukan pengrusakan itu,” terangnya.

Sunardi menjelaskan, tersangka sudah dua kali melakukan pengrusakan fasilitas kampus. Pertama kali, saat itu tersangka melakukan pembakaran pos parkir kampus.

Aksi serupa dilakukan tersangka pada Minggu (12/7) dengan merusak pos 2 UPB, namun aksinya itu diketahui oleh petugas keamanan kampus.

“Setelah melihat rekaman CCTV (kamera pengawas), pelaku pembakaran dan perusakan identik atau pelakunya adalah orang yang sama,” tutur Sunardi.

Lanjut-nya, kepada penyidik, pelaku mengakui semua perbuatan-nya.

“Saya menyangkan, keterangan pelaku selalu berubah-ubah, jadi kami masih dalami apa motif sebenarnya dari aksi pelaku,” tandas Sunardi.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Revo AA 6623 F, dan satu buah tutup jerigen.

Akibat perbuatan-nya, pelaku dijerat dengan tindak pidana pembakaran dan atau pengrusakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 ayat (1) KUHP dan atau pasal 406 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan membenarkan peristiwa pembakaran tersebut yang terungkap melalui kamera CCTV milik UPB.

Dalam kamera CCTV itu terlihat ada satu orang diduga menuangkan bensin yang disiramkan ke pos penjagaan kampus. Selanjutnya dibakar menggunakan korek api kayu, sehingga api mejalar secera cepat ke sejumlah bangunan.

“Kami sudah menangkap salah satu yang diduga pelaku berinisial R. Dia merupakan alumnus dari Universitas Pelita Bangsa,” beber Hendra, Senin (13/7).

Dia menjelaskan, hingga saat ini keterangan dari tersangka masih berubah-ubah. Sehingga pihaknya terpaksa melakukan pemeriksaan psikologis kepada tersangka.

“Sejauh ini motifnya karena alumnus tersebut (R) merasa sakit hati. Namun belum jelas alsan kenapa sakit hati,” tegasnya.

Ditambahkan Hendra, untuk mengungkap penyebab R melakuakan tindakan yang melanggar hukum itu, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan kepada para saksi-saksi. Ia menambahkan, tersangka sudah melakukan pengrusakan universitas beberapa kali. Bahkan saat pihak-nya melakukan penangkapan di kediaman tersangka, R berencana akan melakukan perbuatan yang sama.

Sementara itu, Rektor Pelita Bangsa, Hamzah saat dikoonfirmasi Radar Bekasi, hingga berita ini ditulis, belum memberikan jawaban. Salah satu alumnus Universitas Pelita Bangsa, Jaelani mengakui, pelaku diketahui sudah beberapa kali melakukan pengrusakan kampus.

“Memang benar ada salah seorang alumnus UPB yang melakukan pembakaran. Tapi saya kurang mengetahui apa motif-nya. Dari informasi yang dapat karena ada rasa sakit hati,” tuturnya. (dan/and)

Close