BekasiBerita UtamaMetropolis

ASN Pemkot Terpapar Covid-19

ILUSTRASI: Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi usai mengikuti apel sebelum adanya wabah covid-19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak lima orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, dinyatakan positif Covid-19. Kelima ASN itu,menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

Kelimanya terdeteksi usai proses tes Covid-19 di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). ASN yang terkonfirmasi ada yang bertugas di DPRD Kota Bekasi, Inspektorat, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Pemkot Bekasi.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi, Rahmat Effendi membenarkan beberapa jajaran pejabat Pemkot Bekasi terkonfirmasi positif Covid-19.

Diantaranya Kepala Inspektorat berinisial WI kini sudah menjalani isolasi mandiri.”Ya memang pak W sudah negatif dan saat ini masuk dalam penyembuhan diisolasi mandiri,” ujar Rahmat Effendi, Rabu (15/7).

Pihaknya merinci, saat ini yang masih positif diantaranya Kepala Badan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berinisal LDP, Kepala Bagian Legislasi Persidangan dan Protokol Sekertariat DPRD Kota Bekasi berinisal L, Staf Ahli Pemkot Bekasi, HT, serta Irban Inspektorat Kota Bekasi berinisial S.

“Saat ini semuanya masih dalam proses penyembuhan semoga minggu depan sudah sembuh dan kembali beraktivitas untuk melayani masyarakat,” terangnya.

Ia juga berharap kepada seluruh masyarakat dan jajaran OPD di pemkot Bekasi tetap menjaga protokol kesehatan. Hal ini mengingat Covid-19 tidak mengenal status sosial seseorang.

“Covid-19 ini tidak mengenal pejabat, sehingga diharapkan untuk seluruh masyarakat hati-hati dan jaga protokol kesehatan,”ujarnya.

Adapun pasca kelima ASN positif Covid-19, surveyor dari petugas kesehatan diakuinya telah melakukan tracking terhadap orang di sekitarnya, termasuk orang yang sempat kontak fisik dengan kelima ASN tersebut.

“Ya, untuk tracking pasti langsung dilakukan, terutama paling penting itu istri dan anaknya. Bahkan, rekan kerja di lingkungan Pemkot Bekasi yang sempat kontak dengan kelima ASN itu juga sudah ditracking. Dan hasil proses itu istri dan anaknya dinyatakan negatif, termasuk yang ada di lingkungan kerjanya,” ungkap Wali Kota Bekasi dua periode ini.

Lebih jauh, saat ditanya bagaimana para ASN bisa terkonfirmasi Covid-19, ia menyebut, kelimanya itu semua kategori orang tanpa gejala (OTG). Tapi, yang dikhawatirkan kondisi Kepala Inspektorat, karena memiliki penyakit penyerta diabetes.

“Ya, kemarin yang kita khawatirkan itu soal kondisi Kepala Inspektorat, tapi kabarnya sudah membaik. Jadi, mereka semua kategori OTG, untuk itu kita masih terus pantau dimana awal mereka bisa tertular dan kami belum bisa pastikan apakah ketika di lingkungan kerja atau rumahnya,” tutupnya.

Terpisah, Dirut RSUD dr Chasbullah Abdul Madjid, Kusnanto Saidi menyebut, kelima ASN terkonfirmasi Covid-19 saat ini masih menjalani perawatan. Adapun kondisi kesehatan kelima ASN itu sekarang, diakuinya, semua sudah dalam kondisi stabil.

“Kondisi kesehatan mereka sudah stabil, termasuk Kepala Inspektorat yang kita rawat itu terkait penyakit penyertanya. Bahkan, setiap pagi itu mereka rutin jogging di gedung atas RSUD untuk proses pemulihan,” ujar Kusnanto saat dikonfirmasi Radar Bekasi.

“Kelimanya kurang lebih sudah 5-7 hari kita rawat, dan Alhamdulilah ini kondisi kesehatannya sudah stabil semua,” sambungnya.

Kusnanto mengungkapkan, saat ini berkenaan jumlah pasien Covid-19 yang ada di RSUD dr Chasbullah Abdul Madjid, dari penambahan lima ASN ini, total pasien ada sebanyak 30 orang yang di rawat. Akan tetapi, kata dia, tidak semua pasien itu warga Kota Bekasi melainkan ada dari luar Kota Bekasi.

“Sampai hari ini total pasien Covid-19, sebanyak 30 orang. Terdiri dari 15 pasien KTP Kota Bekasi, dan 15 pasien KTP luar Kota Bekasi, seperti Kabupaten Bekasi, Depok, dan DKI Jakarta,” jelasnya.

Terpisah Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro mengatakan, dengan adanya sejumlah pejabat yang terkonfirmasi Covid-19, Pemerintah Kota Bekasi harus memperketat kepatuhan protokol kesehatan di semua kantor pemerintahan. Terutama yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.

“Kecamatan, kelurahan, MPP itu yang paling rentan. Pertama itu yang harus diperketat protokol kesehatannya. Pastikan tidak boleh jika tidak menggunakan masker,” katanya.

Tindakan tersebut, menurutnya harus berjalan masif termasuk proses tracking harus berjalan maksimal.

Khusus di DPRD sendiri, ia mengaku, bahwa anggota dewan sudah melakukan tes swab tiga kali. Untuk yang keempat ini baru dilakukan kepada 27 dewan. Untuk sisanya 23 dewan akan dilakukan tes swab pada Kamis (16/7).

“Ya kita sudah lakukan tiga kali tes swab, yang keempatnya itu baru 27 dewan sisanya 23 besok (hari ini), itu kita wajibkan untuk ikut tes swab,” ucapnya.

Dari pejabat yang terkonfirmasi Covid-19, salah satunya adalah pejabat di Sekretaris Dewan (Sekwan) yang masuk orang tanpa gejala (OTG).

Diketahui dari data corona.bekasikota.go.id hingga rabu (15/7) menyisakan 22 pasien positif Covid-19 serta 115 orang dalam pemantauan (ODP). Total Meninggal dengan penyakit khusus sebanyak, 191 orang. Total meninggal p+ sebanyak 36 orang. (mhf/pay)

Related Articles

Back to top button