Bisnis

Rizal Ramli: Industri di Indonesia Makin Anjlok Sejak Enam Tahun Terakhir

Ekonom senior, Rizal Ramli dalam Webinar Ngopi Bareng RR, Kamis (23/7).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pertumbuhan industri nasional pada 2019 sebesar 5,04 persen yang tidak terpaut jauh dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 yang tumbuh 5,02 persen dinilai tidak ideal. Untuk memajukan sebuah negara, sejatinya industri harus tumbuh dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan industri harus dua kali dari pertumbuhan ekonomi. Misalnya pertumbuhan ekonomi 6 persen maka industri harus 10-15 persen. Industri harus lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. Tunggu aja Rizal Ramli jadi presiden,” ujar ekonom senior, Rizal Ramli dalam Webinar Ngopi Bareng RR, Kamis (23/7).

Mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu berpendapat, pertumbuhan industri harus dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi, sebab dengan demikian artinya industri bisa menciptakan lapangan kerja lebih banyak, kemudian tingkat upah bisa naik dan produktivitas juga tinggi.

Rizal-pun mengungkapkan bahwa pada medio 1980-an, Indonesia pernah berada pada posisi tersebut. Kala itu pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 6,5 persen. Sedangkan industrinya tumbuh dua digit sekitar 15-18 persen.

Sayangnya, menurut Rizal, kondisi itu tidak pernah lagi terjadi setidaknya dalam 5-6 tahun terakhir. Bahkan menurutnya, keadaan justru berbalik yaitu pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen, sedangkan industri tumbuh lebih lambat yaitu sekitar 3-4 persen.

Kondisi ini menurut Rizal menunjukkan bahwa industri Indonesia terutama manufacturing semakin tidak kompetitif. Bahkan kini sektor industri tidak bisa lagi diandalkan sebagai pencetak lapangan kerja.

“Semakin lama semakin kecil, enggak bisa lagi jadi sumber penciptaan lapangan kerja formal. Makanya sekarang banyak tumbuh pekerja informal,” pungkas Rizal Ramli. (oke/pms)

Close