Pendidikan

One Day One Juz Virtual

Bukti Kecintaan Siswa terhadap Alquran

Ngaji
MENGAJI VIRTUAL: Siswa SMAN 1 Cikarang Selatan mengikuti ODOJ virtual.Istimewa

Radarbekasi.id – Masa pandemi tidak menghalangi niat siswa untuk beramal baik. Hal tersebut ditunjukkan oleh siswa SMAN 1 Cikarang Selatan yang tergabung dalam Komunitas One Week One Juz (OWOJ).

Rindu karena tak bisa menjalankan program One Day One Juz (ODOJ) yang biasa dilakukan di sekolah, komunitas tersebut berinovasi membuat ODOJ virtual yang digelar pada Rabu (30/7).

Saat itu, para siswa membacakan Alquran Juz 15. Selain itu, ada juga ceramah tentang “Menjalani Iduladha di Tengah Pandemi” yang disampaikan oleh Pembina Komunitas OWOJ sekaligus Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Cikarang Selatan, Mahmudah.

Ketua Pelaksana ODOJ Virtual sekaligus Ketua Komunitas OWOJ SMAN 1 Cikarang Selatan, Muhammad Al Farizi mengatakan, inisiatif pelaksanaan ODOJ virtual ini bermula dari kerinduan anggota menggelar ODOJ di sekolah. Sebab, kali terakhir kegiatan ini dilaksanakan pada Februari silam, tepatnya sebelum masa pandemi.
“Ada teman-teman yang bilang kangen. Jadi, saya saya langsung terpikir, kenapa enggak bikin ODOJ virtual? Kebetulan, ada kakak kelas (sekarang alumni) yang memiliki akun Zoom Premium,” tuturnya dikutip dalam laman resmi Disdik Jabar.

Siswa kelas XII ini pun mengungkapkan, dirinya langsung bergerak cepat mempersiapkan semuanya, sekaligus meminta izin kepada pihak sekolah. Setelah melakukan komunikasi, pihak sekolah pun sangat mendukung kegiatan tersebut. “Ternyata, sekolah sangat senang. Mereka setuju kita mengadakan kegiatan ini selama tidak mengganggu jam pelajaran siswa yang sedang belajar dari rumah,” ungkapnya.

Secara teknis, menurutnya, seluruh panitia yang didampingi oleh guru menyiapkan kegiatan dari masjid sekolah dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Sedangkan seluruh siswa mengikuti kegiatan melalui virtual mulai pukul 13.00-15.00 WIB.

Farizi menilai, meski persiapan hanya dilakukan selama satu minggu, namun kegiatan berjalan lancar. Bahkan, Farizi dan kawan-kawan tidak menyangka bakal banyak siswa yang bergabung dalam ODOJ virtual ini.

“Termasuk panitia, kurang lebih ada 180 peserta. Semua panitia juga kaget dan enggak berekspektasi ternyata (pesertanya) bisa sebanyak ini,” ucapnya.
Kedepan, Farizi dan komunitasnya akan konsisten menggelar ODOJ virtual. “Namun, kendalanya kita belum punya akun premium sendiri. Tapi, kita tetap usahakan bisa melaksanakannya kembali,” tuturnya.

Bagi Farizi, membaca Alquran penting bagi seorang muslim. Dengan membaca Alquran, Fairizi bisa mengetahui perubahan yang ada pada dirinya. Selain itu, ia merasa lebih tenang dan pikiran juga lebih terbuka. “Terlebih ketika kita membaca artinya, berdampak banget bagi seorang muslim,” ungkapnya.

Sementara itu, Mahmudah mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi semangat anak-anak yang luar biasa melaksanakan ODOJ virtual ini. Bahkan, pihak sekolah pun sangat mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, membaca Alquran sangat penting bagi siswa muslim. “Selain mampu menenangkan hati, kelak kita juga akan ditemani oleh Alquran ketika sudah tidak ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, lahirnya komunitas ODOJ di sekolah berawal dari kecintaan siswa terhadap Alquran. “Ketika melaksanakan salat Duha, di sana banyak masukan dari anak-anak yang ingin baca Alquran bareng. Akhirnya, di situlah saya mendirikan OWOJ. Namun sifatnya tidak memaksa, melainkan sukarela. Kegiatan ini diisi oleh anak-anak baik dan ingin menjadi lebih baik,” tuturnya. (oke/tim)

Close