BekasiBerita UtamaMetropolis

Keuangan Daerah Diprediksi Minus 15 Persen

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Meskipun angka deflasi Kota Bekasi menjadi yang terendah pada bulan Juli lalu, di angka 0,01 persen, namun kondisi keuangan daerah belum stabil.

Setelah dihantam pandemi Covid-19, hingga akhir tahun, keuangan Kota Bekasi diprediksi minus 15,9 persen.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro mengatakan, hasil koreksi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diprediksi akan minus pada akhir tahun.

“Prediksi kita akan minus 15,9 persen sampai akhir tahun nanti. Dengan catatan sudah dikoreksi dari Rp 6,5 triliun menjadi Rp 5,2 triliun, artinya sudah dipangkas Rp 1,3 triliun,”ujarnya.

Meski begitu kata dia, pertumbuhan ekonomi daerah masih bergerak positif, dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang bergerak menunjukkan angka minus 5 persen.

“Deflasi kita paling kecil loh. Pertumbuhan ekonomi kan minus 5 sekian (5,32) persen. Tapi Bekasi deflasinya cuma 0,01 persen,” katanya.

Persiapan new normal Kota Bekasi yang lebih cepat disebut sebagai salah satu faktor menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Disinggung soal kekhawatiran aktivitas ekonomi dapat mengorbankan keselamatan warga, Chairoman manampik asumsi tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi memaksa warganya untuk cepat beradaptasi dengan tatanan baru, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika tidak segera beradaptasi dan menggerakkan ekonomi, daerah tidak akan memiliki kemampuan keuangan.

Meskipun bantuan sosial diberikan kepada warga selama pandemi, ia menyebut bantuan yang diberikan tidak berpangaruh langsung, kecuali sektor rill pergerakan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi, angka deflasi Kota Bekasi pada bulan Juli lalu disebut memberikan angin segar untuk pertumbuhan ekonomi, sehingga saat ini masih terkendali.

Terpisah, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dalam sidang paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mengatakan, keuangan Pemkot Bekasi masih terkendali untuk kurun waktu enam bulan kedepan. Masih ada Rp500 miliar di kas daerah untuk operasional Pemkot Bekasi.

“Insya Allah untuk enam bulan kedepan, rasanya jantung tidak berdegup dengan kencang,” singkatnya.(sur)

Close