Metropolis

Belasan Dokter Sembuh dari Covid-19

RAPID TEST : Petugas medis mengambil sampe saat melakukan rapid test di stadion Patriot Candrabhaga. Belasan dokter di Kota Bekasi sembuh dari Covid -19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Belasan dokter di Kota Bekasi yang sebelumnya sempat terpapar Covid-19 dipastikan sembuh dan sudah kembali bertugas. “Alhamdulillah untuk dokter sampai hari ini tidak ada lagi yang terpapar atau terinfeksi virus Covid-19 . Artinya, Alhamdulillah semua itu dalam kondisi sehat,” ujar Ketua IDI Kota Bekasi, Kamarudin Askar kepada Radar Bekasi, Selasa (11/8).

Dia mengaku sebelumnya ada 11 anggota IDI Kota Bekasi yang terpapar virus Corona. “Mereka tahu harus apa untuk memulihkan kondisi masing-masing. Jadi, Alhamdulillah mereka bisa sembuh. Dan kami memastikan, setelah itu kasus sampai sekarang sudah tidak ada lagi kasus dokter terinfeksi virus Covid-19. Semoga, kondisi ini bisa terus terjaga sampai masa pandemi berakhir,” tegasnya.

Ia menyebut, semua rekan-rekan sejawatnya tetap waspada menjaga kesehatan, profesional dalam menjalankan tugas menangani para pasien. Salah satunya, ikuti SOP yang ada minimal selalu pakai alat pelindung diri (APD) ketika bertugas.

Terpisah, Ketua Tim Dokter Penanganan Covid 19 Kota Bekasi, Antoni Tulak menegaskan, seluruh nakes berpotensi terpapar karena berinteraksi langsung dengan pasien.”Kalau disebut terpapar ya, bisa kita katakan semua nakes (berpotensi) terpapar. Dan kasus ini di setiap rumah sakit ada, tapi mereka yang terpapar itu sudah kita obati. Dan nakes biasanya dapat terinfeksi, karena akumulasi tiap hari kontak dengan pasien,” kata Antoni.

Menurutnya, para nakes yang terpapar biasanya mengeluh sakit batuk, pilek dan sakit tenggorokan. Untuk diketahui, keluhan semacam ini masuk dalam kategori terinfeksi Covid-19 ringan. Dan untuk pemulihan kesembuhannya dilakukan isolasi mandiri.

“Untuk nakes yang terinfeksi Covid ringan ini sampai sekarang ada, tapi untuk datanya sendiri kita tak punya karena setiap nakes biasanya kalau sudah punya keluhan itu langsung lakukan isolasi mandiri 14 hari dan itu tidak di data, kecuali jika sampai di rawat,” jelasnya.

Antoni memaparkan, kasus Covid-19 ini terbagi empat kategori. Pertama, pasien Asimptomatik atau biasa disebut orang tanpa gejala (OTG). Lalu, kedua Covid gejala ringan seperti yang dikeluhkan beberapa nakes di Kota Bekasi. Ketiga, Covid sedang atau yang memiliki keluhan asma dan penyakit sejenisnya. Terakhir, Covid berat yang biasanya memiliki riwayat sakit yang dideritanya.

Lanjut Antoni, penanganan pasien dari setiap kategori memiliki cara yang berbeda. Misal untuk kategori satu dan dua itu biasanya cukup melakukan isolasi mandiri di rumah. Jika tidak ada ruang isolasi mandiri, bisa juga dilakukan perawatan. ”Dan untuk kasus Covid sedang dan berat, para pasien ini wajib di rawat di RS dengan ruang isolasi khusus. Bahkan untuk yang berat itu biasanya diberi alat tambahan oksigen juga,” papar Antoni.

Antoni menyebut, saat ini kasus positif Covid-19 khususnya jumlah pasien yang dirawat di RSUD Kota Bekasi, kondisinya meningkat. Hanya saja, ketika ada pasien yang masuk tidak sedikit pula yang pulang dan tetap dalam pemantauan pihak Puskesmas, sekaligus tracking.

” Jadi, untuk sekarang ini ada 40 lebih ya dan tetap diangka itu tidak makin banyak juga. Sempat memang kita terima lebih dari itu, tapi yang jelas untuk ruangan buat pasien di RSUD masih siap tampung karena memang kondisinya minim pasien,” ucapnya.

“Ruangan yang kita siapkan itu, yakni di ruang Alamanda lantai 4,5 dan 6. Dan semua ruangan siap tampung pasien jika terjadi lonjakan kasus, tapi harapan kita, semua masyarakat Kota Bekasi sehat termasuk nakes dan kita semua. Semoga situasi ini pun bisa segera berlalu, dan kembali seperti sedia kala,” pungkasnya. (mhf)

Related Articles

Back to top button