Pendidikan

Lembaga Bahasa UBSI Dorong Mahasiswa Mahir Bahasa Inggris

BSI
ILUSTRASI: Gedung Universitas Bina Sarana Informatika.Istimewa

Radarbekasi.id – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mendirikan Lembaga Bahasa UBSI untuk mendorong kemampuan bahasa Inggris para mahasiswa. Hal ini didasari bahwa kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu keahlian yang harus dimiliki oleh generasi muda, terlebih di era revolusi industri 4.0 saat ini.

Ketua Lembaga Bahasa UBSI Jimmy mengatakan, di era revolusi industri 4.0, penguasaan bahasa Inggris secara baik dan benar adalah keharusan bagi mahasiswa. “Oleh karenanya keberadaan Lembaga Bahasa UBSI ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa UBSI untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris mahasiswa,” ujar Jimmy, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8).

Lembaga Bahasa UBSI mengupayakan salah satunya adalah melaksanakan program-program kerja yang mampu untuk membantu mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berbasa Inggrisnya selama berkuliah di UBSI. Antaralain program kerja seperti pelatihan dan workshop English Competence, sebagai agenda utama dari Lembaga Bahasa UBSI. Selain itu juga dilanjutkan dengan pelaksanaan serangkaian tes, yaitu TOEFL dan TOIEC.

“Hasil dari kedua tes ini, sebagai bukti fisik dari kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa UBSI, melalui skor dari masing-masing sertifikat dari tes tersebut,” tukasnya.

Tak hanya untuk mahasiswa, Lembaga Bahasa UBSI juga kerap menyelenggarakan Workshop and English Training Section for TOEFL Test untuk dosen-dosen UBSI yang Eligible. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kemampuan, kecakapan, dan pengetahuan dosen-dosen UBSI Jakarta seputar Bahasa Inggris

Ketua Program Studi Bahasa Inggris UBSI Agus Priadi mengatakan, program yang dijalankan oleh Lembaga Bahasa UBSI tersebut sangat mendukung peningkatan kualitas kemahiran berbahasa Inggris mahasiswa UBSI maupun dosen UBSI.

Ia berharap, mahasiswa dapat menanfaatkan keberadaan Lembaga Bahasa UBSI. Karena untuk menguasai bahasa Inggris tidak dapat dilakukan dengan singkat. Harus selalu rajin untuk terus dilatih dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nantinya, kemahiran berbahasa Inggris ini dapat menjadi bekal berkomunikasi ketika bekerja di perusahaan nasional maupun multinasional,” kata Agus. (oke/tim)

Related Articles

Back to top button