Pendidikan

Yayasan Al Muslim Mengembangkan Sekolah Digital yang Islami

BERI PENJELASAN: Guru memberikan penjelasan materi dengan tablet kepada siswa SMA Al Muslim saat kegiatan belajar mengajar di kelas sebelum pandemi. Foto: Yayasan Al Muslim

RADARBEKASI.ID, BEKASI.ID – Ketika revolusi industri 4.0 mulai merambah berbagai aspek kehidupan, banyak sekali pihak yang merasa belum siap memasukinya. Terutama bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Kita merasa belum tuntas dengan revolusi industri 3.0, tiba-tiba ada serangan yang memaksa kita untuk tanggap terhadap otomatisasi, mekanisasi dan digitalisasi.

Itulah hakikat perubahan. Berlangsung sangat cepat tanpa menunggu kita siap atau tidak mengikutinya. Bagi yang tidak siap akan selalu tertinggal dan menjadi pengekor, sedangkan bagi yang siap akan menjadi pioneer.

Bagi dunia pendidikan, tidak ada alasan untuk tidak siap memasuki era ini. Bagaimanapun, pendidikanlah yang seharusnya menjadi the agent of social change. Masyarakat menuntut para lulusan sekolah dapat menaklukan dahsyatnya perubahan dibidang teknologi.

Karena itu, Yayasan Al Muslim harus berani mengambil sikap menjadi pioneer dalam mempersiapkan lulusannya menguasai berbagai keterampilan yang harus dimiliki di era revolusi industri 4.0, terutama dalam penguasaan teknologi.

Untuk itulah Yayasan Al Muslim mengembangkan Digislamic School atau Digital Islamic School. Digislamic School merupakan sebuah program yang memadukan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pendidikan, pembelajaran dan pelayanan kepada stakeholder.

Pemanfaatan teknologi ditunjang oleh pendidikan karakter agama yang kuat, sehingga setiap pengguna teknologi memahami bahwa teknologi adalah alat atau media untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dengan cara yang lebih mudah. Prinsipnya sekolah mengembangkan sebuah konsep berinternet secara sehat dan positif.

Konsep Digislamic School dikembangkan dengan memadukan implementasi teknologi dengan perubahan perilaku dan kebiasaan penggunaan teknologi. Pentingnya literasi digital dapat mencegah penyalahgunaan internet dan gadget, sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.

Sekolah sangat menyadari bahwa yang dibutuhkan oleh generasi digital bukan lagi sekadar buku-buku pelajaran yang bersifat fisik. Perpustakaan sekolah sangat sedikit sekali diminati. Generasi digital lebih senang membaca dari sumber digital. Mereka sangat antusias dan berbahagia ketika referensi yang digunakan bersifat audio visual. Membaca buku cetak bagi mereka sangat membosankan, tetapi mampu bertahan dalam waktu yang sangat lama ketika membaca dan menyimak melalui sumber bacaan digital.

Selain itu, tingkat ketergantungan masyarakat terhadap teknologi sangat tinggi. Internet sudah berada dalam genggaman mereka. Bahkan mulai balita sudah sangat familier dengan gadget. Hampir semua kebutuhan dan urusan sehari-hari dapat diselesaikan hanya melalui satu perangkat gadget.

Secara geografis, Yayasan Al Muslim berada pada lingkungan yang sangat mendukung terciptanya masyarakat digital. Di wilayah ini hampir tidak ditemukan lagi blind spot. Semua sudah terkoneksi dengan internet. Bahkan, sekitar sekolah adalah kawasan industri dengan tuntutan kebutuhan akan internet sangat tinggi. Sangat mustahil masyarakat sekitar Al Muslim tidak familier dengan internet.

Ada tiga komponen yang perlu disiapkan dengan baik oleh sekolah untuk mendukung suksesnya digislamic school, yaitu hardware, software dan brainware. Komponen terakhir ini merupakan komponen paling penting dan perlu disiapkan dengan lebih baik.

Tidak tanggung-tanggung, Yayasan Al Muslim memasang jaringan fiber optic diseluruh wilayah sekolah. Harapannya, tidak ada lagi gangguan koneksi internet yang dapat mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Bahkan diseluruh wilayah Al Muslim tidak lagi ditemukan blindspot.

Setiap peserta didik diberikan fasilitas tablet yang sudah terintegrasi oleh platform digislamic. Semua bahan ajar sudah sudah disiapkan dalam bentuk digital, sehingga peserta didik tidak perlu lagi membawa buku ke sekolah.

Dengan diimplementasikannya Digislamic School, maka Al Muslim akan berpeluang menjadi sekolah pertama yang menggunakan perangkat digital dalam proses pendidikan, pembelajaran dan pelayanan kepada seluruh stakeholder, mulai dari unit PG/TK, SD, SMP, bahkan sampai SMA dan SMK.

Pada akhirnya, Al Muslim akan dikenal masyarakat luas sebagai sekolah yang tanggap terhadap revolusi industri 4.0. Dampaknya adalah Al Muslim akan diminati oleh semakin banyak orang untuk menyekolahkan putra-putrinya. Bagi yang berminat mengetahui lebih jauh tentang digislamic shool dapat mengunjungi lama berikut www.almuslim.sch.id. (pms)

Related Articles

Back to top button