BekasiBerita Utama

155 Keluarga Positif Covid-19

Rapid Test Massal di 259 RW

Illustrasi : Sejumlah petugas medis dilakukan pemeriksaan cepat (Rapid Test) dengan mengambil sampel darah di Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, Rabu (25/3). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penyebaran Covid-19 melalui klaster keluarga di Kota Bekasi makin tinggi. Sebanyak 155 keluarga yang mencakup 437 jiwa positif terjangkit virus asal Wuhan China ini. Pemerintah Kota Bekasi pekan ini akan melakukan rapid test secara acak kepada 1.295 orang dari 259 lingkungan RW.

Rapid test secara acak tersebut mulai dilaksanakan sejak diterbitkan surat edaran gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Bekasi nomor 440/1074/SET.COVID-19 kemarin. Ketua gugus tugas, Rahmat Effendi mengintruksikan kepada kepada jajarannya untuk melakukan pemeriksaan RDT Covid-19 pada ratusan wilayah RW terdampak.

Petugas yang terjun di masing-masing wilayah harus melaporkan dan mengembalikan hasil pelaksanaan paling lambat 29 Agustus mendatang. Pekan lalu, Pemkot Bekasi mencatat jumlah kasus keseluruhan sebanyak 1.324, sebanyak 1.044 diantaranya telah dinyatakan sembuh. Sisa rapid test yang dimiliki oleh Pemkot Bekasi sebanyak 60.735, sisa PCR kit sebanyak 11 ribu, ditambah PCR kit yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) sebanyak 7.000 pcs.

Total jumlah rapid test yang disiapkan hasil inventarisasi sebaran kasus sebanyak 1.295 alat. Rapid test acak dilaksanakan pekan ini oleh petugas di lingkungan puskesmas setempat.

“Jumlah Rapid Diagnostik Test (RDT) di setiap RW yang terdampak sebanyak lima (pcs),” ungkap Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Dezy Syukrawati saat dijumpai di posko gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Bekasi, Senin (24/8).

Di lokasi yang sama, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan pihaknya telah mempersiapkan peralatan dan sumber daya manusia untuk melakukan rapid test acak. Wilayah RW terdampak akan dilakukan rapid test secara acak, jika diketemukan hasil rapid test warga reaktif, maka segera dilanjutkan menggunakan PCR. “Ini lah yang nanti disebar di RW-RW yang selama ini memiliki klaster-klaster baru,” katanya.

Perkembangan kasus baru pekan ini, total pasien isolasi mandiri sebanyak 25 orang, dari jumlah total 127 orang. Sedangkan jumlah kasus saat ini di rawat di rumah sakit sebanyak 18 orang, dari jumlah total sebelumnya 33 orang.

Sementara itu, terkait dengan klaster perjalanan antar wilayah yang sebelumnya disebut menjadi faktor penyebaran Covid-19. Rahmat mengaku sulit untuk memperhatikan situasi wilayahnya dengan 32 pintu masuk dari daerah tetangga, serta jumlah penduduk Kota Bekasi sebanyak 2,4 juta penduduk.

Ia meminta kepada warganya setelah datang dari wilayah lain untuk lapor kepada perangkat lingkungan, atau datang ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan rapid test. Ia menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan pada masa pandemi, tetap menggunakan masker untuk memperbaiki warga sekitar di lingkungannya dan keluarga.

“Tingkat kesembuhan yang isolasi mandiri itu tinggi. Rata-rata yang meninggal itu (memiliki penyakit bawaan) seperti gagal ginjal, paru-paru akut, yang paling rentan diatas 60 (tahun),” tukasnya.

Saat ini, rumah sakit swasta diminta untuk dapat menangani kasus Covid-19. Total layanan kesehatan atau rumah sakit tipe B saat ini sebanyak tujuh rumah sakit, masing-masing memiliki empat bed. Rumah sakit tipe C sebanyak 35 rumah sakit, memiliki satu sampai dua bed. Ditambah dengan tiga RSUD type D dengan kapasitas 100 bed, sementara RSUD Chasbullah Abdulmajid memiliki kapasitas 117 bed. (Sur)

Related Articles

Back to top button