Metropolis

4.077 Perusahaan Lapor Data Rekening ke BP Jamsostek

ILUSTRASI: Peserta memanfaatkan layanan tanpa kontak fisik di Kantor BP Jamsostek Cabang Bekasi Kota, belum lama ini. Sebanyak 4.077 perusahaan melaporkan data rekening pekerjanya ke BP Jamsostek untuk mendapatkan BSU dari pemerintah.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Bekasi Kota mencatat per 25 Agustus 2020 terdapat sebanyak 4.077 perusahaan di wilayahnya melaporkan data rekening pekerjanya untuk mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah atas dampak pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang Bekasi Kota Mariansah. “Dari data tersebut dengan data yang telah valid bank sebanyak 214.030 calon penerima BSU. Dan masih dalam proses validasi sebanyak 5.323 pekerja,” tutur Mariansah, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8).

Lebih lanjut Mariansah menyampaikan, nomor rekening pekerja yang tidak valid dikembalikan ke perusahaan untuk dikonfirmasi kembali kepada pekerjanya agar dapat divalidasi ulang. Ia mengimbau agar perusahaan segera menyerahkan data rekening aktif atas nama pekerja paling lambat pada bulan ini.

“Batas akhir penyerahan data rekening 30 Agustus 2020,” ujarnya.

Diketahui, BSU sebesar Rp600 ribu per bulan per orang ini akan diberikan selama empat bulan. Adapun skema pencairan atau transfer dana dilakukan dua bulan sekaligus sebanyak dua kali dalam waktu dekat.

Sementara itu, Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto menyampaikan, pihaknya telah memberikan data calon penerima BSU untuk gelombang pertama sebanyak 2,5 juta pekerja kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.

Lebih lanjut dikatakannya, penyerahan dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan dengan Kemenaker, untuk mempermudah proses rekonsiliasi, monitoring dan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU.

“Dari target calon penerima BSU 15,7 juta, saat ini telah terkumpul sebanyak 13,7 juta nomor rekening, dan sudah kami validasi berlapis hingga 3 tahap, hingga jumlah data yang tervalidasi mencapai 10 juta. Dari jumlah tersebut kami serahkan pada tahap pertama sebanyak 2,5 juta data peserta,” tutur Agus.

Gelombang penyerahan data berikutnya akan dilakukan secara bertahap (batch) hingga seluruh rekening pekerja yang telah tervalidasi bisa menerima haknya.

“Saat ini masih terdapat sekitar 2 juta pekerja nomor rekeningnya belum diterima BP Jamsostek,” pungkasnya. (oke/pms)

Related Articles

Back to top button