Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Perusahaan Diminta Menyiapkan Ruang Isolasi

Illustrasi : Buruh pabrik berada di kawasan industri MM2100 Desa Gandasari Cibitung Kabupaten Bekasi, Senin (24/8). ARIESANT/RADAR BEKASI
Illustrasi : Buruh pabrik berada di kawasan industri MM2100 Desa Gandasari Cibitung Kabupaten
Bekasi, Senin (24/8). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi meminta kepada pengusaha atau pengelola kawasan Industri untuk menyiapkan ruang isolasi bagi pasien Covid-19. Hal ini menyusul meningkatnya kasus positif virus asal Wuhan China tersebut serta terbatasnya kamar di RS rujukan.

“Iya perlu, pengusaha atau pemilik kawasan menyiapkan tempat isolasi. Sudah kita himbau. Nanti dibuat juga edarannya dari satgas (Covid-19),” ujar Juru Bicara Penanganan Covid-19, Kabupaten Bekasi, Alamsyah kepada Radar Bekasi, Selasa (8/9).

Menurutnya, hingga September di Kabupaten Bekasi kasus positif dari klaster perusahaan sebanyak 698 orang. Sedangkan 100 diantaranya, melakukan isolasi secara mandiri di kediamannya masing- masing, dengan diawasi oleh satuan tugas penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan melalui Puskesmas. “Masih cukup untuk kondisi sekarang. Minggu lalu (tempat isolasi.red) sempat penuh,” singkatnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi mulai was- was. Pasalnya, isolasi mandiri bukan solusi untuk pemutusan mata rantai Covid-19 di klaster pabrik.“Pihak perusahaan saya rasa perlu turun tangan. Persoalan tempat karantina pasien Covid-19 itu sangat vital,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Supriadinata.

Saat ini Kabupaten Bekasi memiliki tiga lokasi untuk karantina atau ruang isolasi dengan kamar terbatas. Pertama di komplek Ki Hajar Dewantara disiapkan 50 kamar dengan 100 tidur, Bapelkes ada 50 kamar dengan 100 tempat tidur dan Rumah Sakit (RS) Cabangbungin ada 40 kamar dengan 80 tempat tidur. ”Semuanya sudah penuh,” katanya.

Dia menyadari, banyak warga yang merasa khawatir dengan isolasi mendiri di rumah masing-masing, karena bisa menimbulkan kasus baru. “Kalau bisa jangan di isolasi di rumah masing- masing akan rentan terhadap keluarga,” imbuhnya.

Hingga minggu kedua September 2020 ini, sudah ada 22 perusahaan yang karyawannya terpapar Covid-19. Sementara kasus terbanyak di PT LG Electronic Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun, PT NOK Indonesia dan PT Denso Indonesia. “Peningkatan jumlah Covid-19 pada klaster perusahaan sampai kini masih terjadi,” katanya,” imbuhnya.

Terpisah, Humas IDI Kabupaten Bekasi, David MM menyatakan saat ini sudah menginjak level survival sampai vaksin diedarkan secara masal. “Kita harus survival tiga bulan ini sampai Desember 2020. Dengan kondisi sekarang siapapun bisa kena. Terlebih, dengan kondisi saat ini dimana lokasi karantina yang penuh untuk beberapa daerah yang mengalami klaster baru pada perusahaan,” bebernya.

Dia juag mendorong agar pihak perusahaan ikut membantu dalam penanganan kasus tersebut dengan menyiapkan ruang isolasi. “Karena isolasi mandiri tidak efektif. Tidak ada yang bisa menjamin mobilitas para pasien suspek ini bisa terbatas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Seluruh Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi, Sutomo menyatakan, bahwa sampai saat ini belum ada komunikasi yang dibangun terkait dengan lokasi karantina tambahan.

Meski begitu, pihaknya mengapresiasi dengan langkah yang akan di ambil pemerintah daerah dalam memaksimalkan. “Yang pasti berkaitan dengan tempat isolasi belum ada pembicaraan,” singkatnya. (dan)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin