BekasiBerita UtamaMetropolis

Tuding Sistem Proteksi Lemah

Kebakaran Pasar Baru Berulang

PASCA KEBAKARAN: Pedagang membersihkan sisa-sisa barang yang terselamatkan pasca kebakaran yang melalap bangunan kios di Lantai 1 Pasar Baru, Kota Bekasi, Selasa (15/9). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Genap satu tahun, kejadian kebakaran kembali terjadi di Pasar Baru, Durenjaya, Bekasi Timur. Instalasi proteksi kebakaran yang tidak memadai dituding ikut andil berulangnya kebakaran yang menelan kerugian ratusan juta rupiah ini.

Dinas Kebakaran Kota Bekasi mencatat, pada kebakaran kedua Senin (14/9) kerugian ditaksir mencapai Rp500juta. Kejadian yang terjadi pukul 21.23 WIB itu baru selesai ditangani pada pukul 01.16 WIB, Selasa (15/9).

Sebanyak 48 kios dan 43 los di lantai 1 pasar terbakar. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Luas area yang terbakar diperkiraan mencapai 500 meter persegi dari total 5.000 meter persegi luas area Pasar Baru.

Tahun sebelumnya, kebakaran juga terjadi di Pasar Baru tepatnya pada 13 September 2019. Sedikitnya ada 64 kios di lantai basement gedung ludes terbakar.

Evaluasi Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Bekasi menilai sistem instalasi proteksi kebakaran di area pasar tidak memadai untuk menanggulangi kebakaran.

“Ada 91 (yang terdampak kebakaran) laporannya, kios, konter, dan los,” kata Kepala Dinas Damkar Kota Bekasi, Aceng Solahudin kepada Radar Bekasi, Selasa (15/9) usai mendatangi lokasi kebakaran.

Menyikapi kebakaran yang terjadi dua kali dalam dua tahun, pihaknya mendesak pengelola pasar dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memeriksa dan membangun sistem proteksi kebakaran.

Ia berharap pengelola dan OPD terkait tidak berbicara besarnya biaya yang dipergunakan, melainkan mengutamakan keselamatan bersama, terutama para pedagang.

“Bayangkan kalau pasar baru berulang terus begitu, kita mengidentifikasi bahwa ada kelemahan di sistem proteksi,” lanjut pria yang akrab disapa Aceng tersebut.

Tidak memadainya instalasi proteksi kebakaran ini menyulitkan petugas pemadam, lantaran harus mengisi tangki mobil pemadam di lokasi sumber air terdekat. Dibutuhkan waktu setidaknya 10 menit untuk menuju sumber air. Meskipun laporan yang diterima, area pasar baru telah dilengkapi dengan hydrant, namun tidak berfungsi. Selanjutnya akan diperiksa dan diuji kelayakan sistem proteksi kebakaran yang tersedia.

Disinyalir lantaran bangunan lama, sistem proteksi kebakaran sudah lama tidak dilakukan pemeriksaan dan pengujian kelayakannya.

“Pokoknya kita desak pihak pengelola dan Disdagperin untuk segera lakukan, buat proteksi, kalau sudah terpasang biar kami uji, kalau belum ada ya harus dibuat,” tukasnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) belum bersedia memberikan keterangan lebih detail terkait peristiwa yang terjadi Senin (14/9) malam tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, terkait berulangnya peristiwa kebakaran di Pasar Baru Bekasi, Anggota DPRD Kota Bekasi dari fraksi PDI Perjuangan, Nicodemus Godjang mengaku prihatin. Dia berharap, proses revitalisasi gedung pasar itu bisa segera dilakukan secepatnya.

Adapun mengenai masalah fasilitas sistem proteksi kebakaran di lokasi yang tak memadai atau ada tapi tak berfungsi, pihaknya menyayangkan hal tersebut. Karena sesuai amanat UU fasilitas itu wajib diperhatikan pemerintah, dalam hal ini Damkar Kota Bekasi.

“Sistem proteksi kebakaran adalah wajib untuk disediakan di lokasi itu, tapi jika itu tidak ada ataupun tidak berfungsi berarti kerja dari Damkar yang tidak becus, karena memang kewajiban mereka untuk perhatikan hal tersebut,” ujarnya ketika ditemui Radar Bekasi di DPRD Kota Bekasi, Selasa (15/9).

Nico mengakui, sesuai tugas yang diterimanya selaku anggota dewan di Komisi I DPRD Kota Bekasi saat ini, Disdamkar adalah mitra kerjanya. Dan kini, Dinas itu sedang dalam perhatian serius jajarannya. (sur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + thirteen =

Close