BekasiBerita Utama

Pasien OTG Diisolasi di Hotel

DIJADIKAN TEMPAT ISOLASI : Pengendara melintasi Hotel Ibis Budget di Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi. Petugas membersihkan area kamar The Green Hotel di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Rabu (23/9). Hotel tersebut direkomendasikan untuk menangani pasien orang tanpa gejala (OTG) . RAIZA SEPTIANTO/ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Mengantisipasi membludaknya pasien Covid-19, Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan kamar hotel untuk ruang isolasi. Kamar yang disiapkan untuk pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) tersebut jenis Superior atau satu kelas diatas tipe kamar paling dasar.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menyiapkan 17 hotel di wilayah Bandung Raya, dan masing-masing satu hotel di Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, serta Kota Bogor, (lihat grafis).

Sampai saat ini PHRI Kota Bekasi masih menunggu koordinasi lebih lanjut mengenai detail teknis pelaksanaan, dipastikan satu hotel di Kota Bekasi telah menyanggupi. Rencananya sebelum hotel benar-benar digunakan, beberpaa pertemuan akan digelar bersama dengan pihak-pihak terkait.”Pada prinsipnya kita (pengelola hotel) itu siap lah, terus tinggal bagaimana aturan mainnya, itu saja,” kata Ketua PHRI Kota Bekasi, Abdul Rasyad, Rabu (23/9).

Setelah ini, menurutnya tidak menutup kemungkinan beberapa hotel lain di Kota Bekasi juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. Karyawan yang tersisa di hotel tetap akan diikut sertakan untuk melayani pasien isolasi mandiri sesuai dengan kemampuan, sementara untuk bidang yang lain seperti kesehatan, diserahkan kepada tenaga kesehatan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

Total terdapat 23 hotel di Kota Bekasi, saat ini pihaknya masih menunggu pemberitahuan lebih lanjut teknis pelaksanaan, serta kepastian kapan hotel mulai digunakan. Penurunan jumlah pengunjung dikemudian hari lantaran pernah digunakan sebagai tempat isolasi mandiri menurutnya tidak berpengaruh besar.

Pasalnya, ketakutan dan cara pandang masyarakat terhadap virus asal Kota Wuhan, China ini semakin hari semakin dewasa dan faham. Ketakutan dan cara pandang masyarakat tidak seburuk awal masa pandemi, meskipun kurva penyebaran Covid-19 masih terus meningkat.”Contohlah kurva per hari ini meningkat, tapi ketakutan masyarakat itu tidak sebanding dengan di awal,” tambahnya sembari mengaku, untuk saat ini The Green Hotel yang sudah menyanggupi.

Tingkat okupansi hotel di Kota Bekasi disadari memang dalam keadaan rendah, bahkan sebelum pandemi, jumlah pengunjung hanya berkisar diangka 20 hingga 30 persen dari total kapasitas kamar yang tersedia sejak bulan Maret lalu. Sisa karyawan di semua hotel tinggal 40 hingga 50 persen dari total karyawan yang dipekerjakan.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menilai beberapa persiapan perlu dilakukan, diantaranya ruang khusus perawat atau tenaga medis, ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Kebutuhan ruang UGD ini untuk mengantisipasi jika keadaan pasien memburuk, lantaran kapasitas pasien dalam jumlah paling sedikit 90 orang.

“Jadi Green Hotel ini membuat semacam proposal ke BPBD, (lalu oleh BPBD) menyampaikan ke BNPB, hak dan kewajibannya diatur dalam kerjasama ini, kita minta (proposal dibuat) cepat,” katanya.

Fasilitas hotel digunakan untuk mengantisipasi kekhawatiran pemerintah Kota Bekasi terhadap penyebaran kasus, meskilub fasilitas kesehatan yang dimiliki masih mampu menampung, termasuk RS darurat di Stadion Patriot Chandrabhaga. Perburukan ini diantisipasi setelah dari 250 sampel yang di uji, per harinya ditemukan 41 kasus terkonfirmasi.

Situasi terkini, dari total 700 kapasitas rumah sakit di Kota Bekasi, tersisa 155 kamar tidur kosong, sedangkan di RS darurat, kemarin terisi oleh 14 pasien isolasi mandiri.”Nah, maka apa yang disarankan oleh BNPB ini sekarang akan kita laksanakan, dan melihat bahwa Green Hotel ini pernah merawat 50 orang pasien dari sebuah perusahaan, berarti dia sudah familiar,” tukasnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Hotel The Green, Asep Hermawan merinci dari 90 kamar tipe superior yang dimiliki, 60 diantaranya terdapat dua tempat tidur, 30 lainnya berisi satu bed besar. Diperkirakan maksimal menampung 150 pasien isolasi mandiri jika dimungkinkan satu ruangan diisi lebih dari satu pasien dengan catatan dalam satu keluarga.

Bulan Juli lalu, pihaknya pernah menerima tamu dari perusahaan untuk melakukan isolasi mandiri sebanyak 50 kamar selama 14 hari. Sementara di wilayah Surabaya, hotel dari grup yang sama juga telah bekerjasama untuk menjadi tempat isolasi mandiri hingga saat ini.

“Kalau untuk sekarang ini kan dipakai semua ya, jadi kita saat ini sudah tidak menerima tamu reguler lagi,” ungkapnya.

Setelah menerima informasi dari PHRI Jawa Barat, pihaknya menyanggupi rencana ini dan berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Bekasi. Proses yang tengah berjalan saat ini melakukan revisi proposal dengan merubah desain koridor, menempatkan ruang perawat, dan UGD.

Penurunan jumlah pengunjung diakui oleh Asep, harga kamar hanya dibandrol Rp400 ribu per hari. Penurunan lebih tajam setelah menjadi lokasi isolasi mandiri diakui tidak akan terjadi, selama protokol kesehatan tetap dijalankan.

Sementara itu Asisten Direktur Off Sales Ibis Styles Cikarang, Adhy Nazmudin mengaku, menolak hotelnya dijadikan tempat isolasi Pasien Covid-19, padahal sebelumnya PHRI Jawa barat menunjuk hotel tersebut untuk pasien OTG. Pihaknya menyesalkan atas ramainya perbincangan di media sosial berkenaan dengan Ibis yang disebut sebagai lokasi isolasi Covid-19.“Kita ditawarkan, memang. Tapi Kita tidak ambil,” tegasnya.

Sejauh ini, dia pun berharap agar semua setiap hotel bisa transparan. Jangan sampai, lokasi yang sudah ditentukan, namun tetap menerima pengunjung umum di Kabupaten Bekasi. “Ini yang nantinya rawan (penyebaran Covid-19). Kami sendiri, meskipun kondisinya seperti ini (pandemic Covid-19. red) tetap konsisten dengan menerima pengunjung umum. Mungkin, saat ini hotel yang nantinya akan dijadikan lokasi isolasi sudah ditetapkan pihak pemerintah daerah Kabupaten Bekasi,” tukasnya. (sur/dan)

Related Articles

Back to top button