Metropolis

Persoalan Lapak Berujung Bentrok

Dua Ormas Dimediasi

DIJAGA: Petugas kepolisian masih berjaga di lokasi pasca bentrok antar ormas di Jalan Komodo, Perumnas Satu, Bekasi Selatan,Kamis (24/9). RAIZA SEPTIANTO/ RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Video bentrokan antar dua Ormas, di Jalan Komodo Raya, Perumnas Satu, Bekasi Barat, Kota Bekasi, beredar di media sosial, Kamis (24/9).

Belakangan diketahui, persoalan itu dipicu persoalan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di lokasi sekitar.

Hal ini diungkapkan salah satu warga, bernama Rahmat (57). Kata dia, sebelum terjadi bentrok salah satu pedagang yang juga seorang anggota ormas berbeda sempat diminta sejumlah uang.

“Ya, jadi awalnya sih ada pedagang dimintain uang oleh anggota ormas dari salah satu yang bertikai itu, dan pedagang yang dimintain uang pun sempat bilang kalau anggota ormas juga, cuma ormasnya beda. Nah, itu yang saya tahu dimintain Rp200 ribu,” kata Rahmat di lokasi.

Pasca kejadian itu, lanjut Rahmat, pedagang yang diminta uang tak terima dan mengadukan aksi itu ke rekan-rekannya sesama anggota ormas. Alhasil, tak berselang lama terjadi bentrokan antar dua ormas tersebut.

“Kalau bentrokannya kurang lebih itu, sekitar jam 5an ya. Dan mereka sempat lempar-lemparan batu tadi di sini, tapi enggak ada yang rusak sih dan itu juga enggak lama kok karena polisi datang membubarkan bentrokan tersebut,” jelasnya.

Terkait hal itu, Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Heri Purnomo mengaku petugas cepat datang dan berhasil melerai massa dari kedua kelompok yang diketahui dari Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) dan Gerakan Inisiatif Barisan Siliwangi (Gibas).

“Ya, tapi tawuran dari dua kelompok itu belum sempat terjadi bentrokan, karena sudah dipisahin anggota di lapangan. Dan untuk menyelesaikan persoalan ini, sedang kita lakukan mediasi di Polsek Bekasi Kota,” kata Heri saat dihubungi Kamis (24/9).

Ditanya terkait kedua massa yang bertikai itu, Heri menyebut, itu dilakukan antar dua ormas yakni, ormas Gibas dan FBR. Adapun aksi ini terjadi dipicu persoalan lapak PKL.

“Pemicunya, rebutan lapak. Jadi, itu awalnya dikuasai FBR, tapi dilokasi Gibas juga mau buat lapak juga. Ya itu soal lapak lah. Dan kami pastiin belum sempet ada bentrok, jadi tak ada korban lah. Nah, sekarang kita lagi mediasi,” tutupnya. (mhf)

Close