Bekasi

Pabrik Tetap Beroperasi

MOGOK KERJA: Sejumlah buruh berdiam diri di dalam perusahaan PT Keihin Indonesia kawasan industri MM2100 Cibitung Kabupaten Bekasi, Selasa (6/10). Aksi mogok kerja di dalam perusahaan itu dilakukan hingga Kamis (8/10) sebagai bentuk kekecewaan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja oleh DPR-RI pada Senin (5/10). ARIESANT RADARBEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Meskipun ribuan buruh di Bekasi melakukan aksi mogok kerja, namun sejumlah perusahaan di Kabupaten Bekasi masih beroprasi seperti biasa. Demikian ditegaskan Ketua Apindo Kabupaten Bekasi, Sutomo.

Menurutnya, hampir semua perusahaan beroperasi seperti biasa berdasarkan pemantauan yang dilakukan dirinya ke kawasan industri. “Tadi saya melakukan pemantauan, hampir semua perusahaan jalan seperti biasa,” ucapnya kepada Radar Bekasi.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup. Menurutnya, sejauh ini tidak ada laporan dari pihak perusahaan berhenti beroperasi. “Enggak ada laporan. Tapi saya enggak tahu juga beroperasi semua apa tidak, karena perusahaan banyak,” tuturnya.

Menurutnya, sejauh ini dari Dinas Tenaga Kerja sudah membuat surat himbauan kepada buruh. Termasuk himbauan dari Bupati Bekasi, agar tidak melakukan unjuk rasa. Pasalnya, situasi saat ini masih pandemi dan ekonomi sedang masa pemulihan. “Dalam situasi pandemi seperti sekarang, ekonomi sedang masa pemulihan paska covid. Jadi kita menghimbau agar tidak melaksanakan demo atau unjuk rasa,” ucapnya.

Pengamat ekonomi STIE Mulia Pratama, Andi Muhammad Sadli menilai aksi mogok massal selama tiga hari tidak menimbulkan dampak jangka panjang. Disamping itu, situasi pandemi yang memicu penurunan permintaan atau konsumsi masyarakat juga memaksa sisi produksi ikut menurun.

“Dampaknya jangka pendek, setelah tiga hari buruh akan kembali bekerja. Dalam keadaan pandemi seperti sekarang ini, permintaan agregat memang menurun, ditandai dengan pendapatan nasional yang menurun,” terangnya.

Menurutnya, mogok kerja akan mempengaruhi produksi barang perusahaan. Sisi produksi akan melemah, menyusul tenaga kerja sebagai faktor produksi yang penting dalam roda bisnis industri.

Dampak akan terasa lebih besar pada perusahaan yang tengah mendapatkan permintaan barang, melambatnya sisi produksi tentu akan berpengaruh pada sisi ekonomi yang juga tengah melambat.

“Namun demikian, berbeda jika mogok massal itu dipandang sebagai gerakan yang ingin memperbaiki kebijakan pemerintah, yang dalam jangka panjang akan berdampak pada perbaikan regulasi dan lain-lain,” tukasnya. (pra/sur)

Related Articles

Back to top button