BekasiBerita UtamaCikarang

Jalan Rusak CBL Tak Kunjung Diperbaiki

Sudah Dianggarkan Rp12 Miliar di APBD 2020

JALAN RUSAK: Sejumlah kendaraan bermotor melintasi jalan Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang rusak di Tambun Utara Kabupaten Bekasi. Sudah betahun-tahun, satu-satunya jalan penghubung wilayah Utara dengan Cikarang, tak kunjung diperbaiki. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jalan yang amblas di kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL) di Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tak kunjung diperbaiki. Padahal, anggaran sebesar Rp12 miliar telah disiapkan pada Anggaran Pemdapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 Kabupaten Bekasi.

Di sisi lain, kondisi jalan makin membahayakan karena lapisan jalan yang tergerus aliran sungai makin meluas. Pengguna jalan pun ekstra hati-hati saat melintasi jalan yang ambruk, dan hingga memakan hampir separuh badan jalan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan, perbaikan jalan di kanal CBL sebenarnya telah dianggarkan di APBD 2020. Namun, dana tersebut belum dapat direalisasikan karena terhambat proses lelang.

“Sebenarnya proyek itu sudah dianggarkan dan telah masuk tahapan lelangnya di Unit Layanan Pengadaan (ULP), tapi hingga saat ini masih belum ditetapkan siapa pemenang lelang untuk perbaikan jalan tersebut,” beber Iman.

Ia menjelaskan, terdapat dua titik jalan amblas di jalur alternatif yang menghubungkan antara Cikarang dan Babelan ini. Antara titik pertama dan kedua, jaraknya kurang dari 500 meter. Sedangkan anggaran yang disiapkan untuk perbaikan jalan itu sebesar Rp8 miliar dan Rp3 miliar pada masing-masing titik.

Lanjut Iman, sebenarnya anggaran perbaikan jalan itu tidak terkena pemangkasan untuk penanganan pandemi Covid-19. Soalnya, perbaikan jalan untuk jalur CBL masuk dalam kategori mendesak, bahkan tidak terkena refocusing. Kemudian tahapan perbaikan pun, telah masuk lelang pada akhir Agustus dan awal September 2020 lalu.

“Memang belum ada penetapan pemenangnya oleh ULP, tapi sudah dilelang dari akhir Agustus atau awal September lalu. Sebaiknya, memang harus diperbaiki secepatnya biar ada penetapan pemenang. Kalau memang belum ada pemenangnya, biar dilelang ulang, sebab trelalu lama evaluasinya,” ujar Iman.

Seperti diketahui, amblasnya jalan CBL itu telah terjadi sejak tiga tahun lalu. Pada titik pertama, jalan amblas terdapat pada sisi kiri jalan. Sebenarnya, masih ada beton yang melapisi jalan, namun fondasinya sudah rapuh. Ironisnya, tidak ada peringatan bahaya di lokasi tersebut. Jalan yang rapuh itu hanya diberi garis menggunakan sobekan kain yang dibuat oleh warga sekitar.

Iman mengakui, kondisi jalan makin parah di titik kedua, di mana jalan telah sepenuhnya ambrol. Jalan yang amblas itu bahkan telah melebihi bagian tengah badan jalan, sehingga kendaraan yang melintas terpaksa menggunakan bahu jalan agar tidak turut terperosok.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Jampang Hendra Atmaja, mendesak Pemkab Bekasi untuk segera memperbaiki jalan. Kondisi jalan itu dinilai sangat memprihatinkan karena mengalami longsor hingga memakan separuh jalan.

“Kami minta Pemkab Bekasi segera melakukan perbaikan, pasalnya sudah bertahun lebih, dibiarkan tidak ada tindakan,” tutur Anggota Dewan dari daerah pemilihan (dapil) II Kecamatan Cibitung-Cikarang Barat tersebut.

Menurut Jampang, jika longsor tersebut dibiarkan berlarut-larut, khawatir akan menyebabkan terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas.

“Saya juga sudah pernah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jalan, dan ternyata sangat memprihatinkan serta membahayakan juga bagi pengendara, karena separuh jalan sudah longsor,” tandas Jampang. (and)

Close