BekasiKecelakaan

Duh, Polisi Tolak Laporan Korban Tabrak Lari Malah Minta Carikan Saksi

BEKASI SELATAN, RADARBEKASI.ID–Seorang pemuda bernama Fuad Faros (25), warga Perumnas III, Jalan Pulau Jawa 9, Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, menjadi korban tabrak lari pada Rabu (21/10) malam.

Akibat insiden itu, tubuhnya alami sejumlah luka lecet, khususnya di bagian kaki sebelah kanan hingga membuatnya sulit berjalan. Selain itu, sepeda motor merk Yamaha MX yang sedang dikendarainya waktu kejadian naas itu pun rusak parah.

Menurut Fuad, insiden tabrak lari yang dialaminya itu terjadi di Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, Kota Bekasi, tepatnya di depan Bekasi Trade Center (BTC), sekitar pukul 08.10. Dia mengaku, sempat tak sadarkan diri sampai akhirnya tersadar sudah keadaan terkapar di pinggir jalan setelah ditolong oleh pengemudi ojek online.

“Saya gak tahu persis, tapi seinget saya lagi bawa motor tahu-tahu dari belakang ada yang nabrak itu mobil, tapi saya gak tahu persis mobilnya jenis apa, soalnya saya sadar udah ditolong Gojek di pinggir jalan,” kata Fuad kepada Radar Bekasi di rumah orangtuanya, Kamis (22/10).

Fuad menjelaskan, saat kejadian itu kondisinya sedang hujan dan menurut orang-orang mobil penabrak dirinya sempat dihentikan di lokasi, namun langsung tancap gas lagi melarikan diri ke arah Tol Timur.

“Saya sih gak tahu, tapi orang bilang disitu yang nabraknya mobil Avanza putih dan sempat dihentikan disana cuma langsung kabur lagi. Soal plat sendiri saya gak tahu, gak kepikiran waktu kejadian. Tapi gak tahu kalau yang di lokasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata pegawai di salah satu instansi Pemkot Bekasi ini, dia pada waktu kejadian tak ada polisi yang datang ke lokasi. Akhirnya, dia pun menghubungi rekannya supaya datang ke lokasi untuk menolong agar dibawa ke rumahnya.

“Saya gak enak pulang ke rumah, makanya saya telepon temen untuk datang menolong, sekaligus minta untuk menginap di rumahnya dulu, termasuk motor sekarang juga saya taruh disitu dulu,” ujarnya.

Pasca kejadian malam itu, Kamis (22/10) siang, dia pulang ke rumah orangtuanya. Sontak, keluarganya geger dengan kondisi tubuh penuh luka, dan jalan terpincang-pincang diantar temannya dengan kendaraan roda empat.

Berselang berapa lama, diakuinya, sang kakak mengarahkan agar bisa segera lapor polisi. Akhirnya, saran itu pun dilakukan dengan datang ke Polres Metro Bekasi Kota. Namun disayangkan, upaya itu tak berbuah manis karena laporannya ditolak petugas piket Laka Lantas.

Ironisnya, petugas pun memintanya untuk mendatangkan saksinya sendiri yang lihat dan berada di lokasi saat kecelakaan. Selain itu, untuk proses penyelidikan dirinya disuruh supaya membawa kendaraan miliknya ke penampungan barang bukti di Telukpucung, Bekasi Utara.

“Jadi, kami tak bisa buat laporan ini sekarang karena kalau dibuat pasti nanti anda akan kejar-kejar petugas terkait perkembangan penyelidikan. Dan kejadian ini kan perlu saksi nah, bisa gak menghadirkan saksi yang mengetahui kejadiannya. Silakan, nanti ke lokasi cari saksi, bilang aja minta tolong untuk proses santunan jasa Raharja buat jadi saksi,” terang salah satu petugas unit Laka Polres Metro Bekasi Kota.

“Kemudian, kendaraan dimana nih sekarang. Di bawa saja ke tempat penampungan kendaraan Unit Laka di Telukpucung, kalau gak bisa ya sewa aja kendaraan mobil bak, kan sekarang juga banyak grabe atau gojek,” sambungnya dengan santai.

Mendengar hal itu, Fuad hanya bisa pasrah dan terpaksa gigit jari akibat rencananya untuk meminta insiden yang menimpanya ditangani polisi kandas. Sebaliknya, polisi terkesan malah menyulitkan dirinya karena disuruh usaha sendiri mencari saksi hingga membawa kendaraan miliknya yang rusak ke penampungan barang bukti.

“Ya, gak ngerti juga sih itu gimana. Tapi kalau dipikir-pikir masa saya yang lagi kondisi luka gini disuruh buat ke lokasi dan cari saksi untuk dibawa ke polres agar laporannya diterima. Ini jalan aja nyeri, disuruh kayak gitu mana bisa,” pungkasnya. (mhf)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button