Berita UtamaPendidikan

Jadwal Masuk Sekolah Belum Jelas

SDN Jatimakmur V
ILUSTRASI: Dua guru SDN Jatimakmur V Kota Bekasi saat melaksanakan proses PJJ. Disdik sampai saat ini belum dapat memastikan jadwal masuk sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. istimewa

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi sampai saat ini belum dapat memastikan jadwal masuk sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

“Belum bisa dipastikan, kita masih nunggu kota Bekasi zona hijau,” ujar Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kota Bekasi Yopik Roliyah kepada Radar Bekasi, Kamis (29/10).

Oleh sebab itu, peserta didik masih mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi melalui Disdik tak ingin terburu-buru mengizinkan satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Sebab, faktor kesehatan dan keselamatan siswa serta guru merupakan pertimbangan utama. Diakui, Disdik akan terus berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

“Saat ini kita lihat dulu kondisi dan situasi di Kota Bekasi. Kita akan terus berkoodinasi dengan Satgas,” tukasnya.

Sementara, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Jatiasih Misan mengatakan, bahwa saat ini belum waktunya sekolah dibuka kembali. Mengingat angka penyebaran Covid-19 masih terus meningkat di Kota Bekasi.

“Belum saatnya, meskipun sekolah sudah menyiapkan segala sesuatunya. Namun tidak ada yang bisa menjamin siswa dan tenaga pendidik akan aman,” ucapnya.

Menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa memastikan tenaga pendidik dan siswa tetap aman dari penyebaran Covid-19. Oleh karenanya keputusan untuk membuka kembali sekolah harus benar-benar diputuskan dengan matang.

“Harus siap dulu memastikan bahwa semua kondisi aman, jangan terburu- buru untuk mengambil keputusan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMP PGRI 2 Kota Bekasi Ma’mun Murod. Ia mengatakan, Kota Bekasi belum cukup aman dibukanya sekolah untuk pembelajaran secara tatap muka.

“PJJ masih menjadi pilihan yang tepat untuk guru dan siswa,” tukasnya. (dew)

Back to top button