Berita UtamaPendidikan

Sejumlah Universitas Siap Gelar Kuliah Tatap Muka

universitas
ILUSTRASI: Sivitas akademika universitas di Kota Bekasi asyik berbincang. Sejumlah universitas di Kota Bekasi menyatakan kesiapannya untuk menggelar kuliah tatap muka di era adaptasi kebiasaan baru.Dewi Wardah Radar Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah universitas di Kota Bekasi menyatakan kesiapannya untuk menggelar kuliah tatap muka di era adaptasi kebiasaan baru. Kini, hanya tinggal menunggu izin dari pemerintah.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Abdullah Sumrahadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan kuliah tatap muka di tengah pandemi.

“Terkait dengan persiapan, kami sudah lakukan sejak awal adanya isu penyebaran virus Covid-19 di sejumlah negara,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (3/11).

Lebih lanjut Abdullah menyampaikan, saat ini sejumlah perguruan tinggi mengarapkan untuk dapat menjalankan proses perkuliah secara langsung. Oleh karena itu, tanpa harus menunggu aba-aba dari pemerintah, persiapan sudah dilakukan.

Adapun persiapan yang dilakukan UNKRIS, diantaranya mengatur jarak tempat duduk, menyediakan tempat cuci tangan di berbagai sudut, dan lainnya sesuai dengan yang dianjurkan oleh pemerintah dalam protokol kesehatan.

“Setidaknya jika sudah dibolehkan kami langsung jalan dan telah siap,” tegasnya.
Menurutnya dari beragam survey, orang bekerja lebih nyaman di tempat kerjanya dibandingkan di rumah agar bisa berinteraksi dengan rekan kerja. Demikian juga halnya dengan pelajar maupun mahasiswa.

“Semua itu dapat menguatkan semangat dan solidaritas. Jadi kita sebagai perguruan tinggi sangat menunggu diperbolehkannya lagi aktivitas perkuliahan,” tukasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Bina Insani Indra Muis mengatakan, bahwa pihaknya siap melaksanakan perkuliahan tatap muka di era adaptasi kebiasaan baru.
“BiU siap untuk kegiatan perkuliahan secara langsung dan persiapannya sudah 100 persen,” ujarnya.

Adapun persiapan yang dilakukan yakni dengan menyediakan sarana cuci tangan, bilik disinfektan, thermogun, dan face shield bagi tenaga pengajar. Indra menegaskan, persiapan yang dilakukan sesuai protokol kesehatan anjuran pemerintah.

“Kalo untuk kesiapan pada umumnya sama saja, yaitu sesuai denga protokol kesehatan. Yang pasti kami sudah menyiapkan itu semua,” ungkapnya.

Selain itu, nantinya jumlah mahasiswa di dalam kelas akan di batas yakni 50 persen dari batas kapasitas pada biasanya. Pihak kampus juga akan melakukan proses administrasi dengan meminta persetujuan orangtua.

“Tentu kami akan batasi jumlah mahasiswa, kita juga akan membuat persetujuan orangtua. Boleh atau tidaknya mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan secara langsung,” pungkasnya. (dew)

Back to top button