Berita UtamaPendidikan

Disdik Siapkan MoU Bantuan

Demo
ILUSTRASI: Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menuntut Pemerintah Kota Bekasi membebaskan biaya pendidikan di depan gedung DPRD Kota Bekasi, beberapa waktu lalu. Raiza Septianto Radar Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi sedang mempersiapkan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Kerja sama itu untuk program bantuan bagi mahasiswa dan pelajar yang terdampak pandemi Covid-19.

Kepala Seksi Program Bantuan dan Kerja Sama Disdik Kota Bekasi Sayadih mengatakan, bahwa verifikasi dan validasi data mahasiswa dan pelajar calon penerima bantuan sudah dilakukan. Selain itu, Peraturan Wali Kota (Perwal) juga sudah dibuat.

“Perwal sudah disetujui. Maka yang sekarang ini kami lakukan adalah membuat MoU kepada sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, yang menerima program bantuan ini,” tutur Sayadih, kepada Radar Bekasi, Kamis (5/11).

Kendati sudah dilakukan pendataan, Disdik belum dapat menyampaikan jumlah penerima bantuan tersebut. Alasannya, karena MoU masih dalam proses.

“Saat ini data belum bisa dipublikasikan, nanti saja setelah MoU kami akan berikan data tersebut. Yang pasti jumlah kuota bantuan untuk mahasiswa bertambah,” tukasnya.

Setelah MoU ditandatangani, Pemerintah Kota Bekasi akan langsung mencairkan bantuan tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan waktu pencairan tersebut.

“Setelah MoU adalah proses pencairan dana. Tapi saya belum mau memastikan. Yang pasti kita akan lakukan secepat mungkin,” tandasnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV Makmur Heri Santoso mengungkapkan, proses MoU sedang dipersiapkan. Penandatanganan kerja sama itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kita sedang persiapkan proses MoU, rencananya akan diselenggarakan minggu yang akan datang. Menurut info untuk proses pencairannya juga paling lambat akhir bulan ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, APTISI berharap program bantuan ini dapat terus berjalan. Dengan demikian, bisa meringankan beban mahasiswa di masa sulit akibat pandemi.

“Kita berharap program bantuan ini tidak berhenti di sini. Karena saat ini kondisi belum stabil dan mahasiswa masih di dalam kondisi wabah yang belum mereda,” pungkasnya. (dew)

Back to top button