Berita UtamaPendidikan

Belum Semua Perguruan Tinggi Capai Delapan IKU

Unisma
ILUSTRASI: Salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi. Perguruan tinggi swasta akan mendapatkan dana penyeimbang untuk kerja sama dengan mitra. Dok Radar Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perguruan tinggi swasta akan mendapatkan dana penyeimbang untuk kerja sama dengan mitra. Dana itu akan diberikan berdasarkan pada capaian delapan Indikator Utama (IKU) (lihat grafis).

Dana penyeimbang merupakan terobosan Merdeka Belajar Episode Keenam sebagai upaya pemerintah mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui transformasi perguruan tinggi. Namun, dana itu tak akan langsung dapat dinikmati seluruh perguruan tinggi karena belum semuanya capai delapan IKU.

Ketua APTISI Wilayah IV Makmur Heri Santoso mengatakan, dalam Merdeka Belajar Episode Keenam bahwa mahasiswa lulus bukan hanya siap bekerja. Tetapi juga harus memahami kompetensi keahliannya.

“Tentunya apa yang dibutuhkan di dunia kerja, lulusannya bisa siap pakai. Peningkatan terhadap mutu dan kualitas di bidangnya juga perlu dilakukan,” ujar Heri kepada Radar Bekasi, Minggu (8/11).

Transformasi perguruan tinggi melalui dana penyeimbang, dinilai APTISI akan sangat membantu perkembangan baik di bidang akademis maupun lainnya. Kebijakan itu juga dinilai tepat untuk meningkatkan kualitas SDM perguruan tinggi.

“Transformasi ini kan dibuat untuk meningkatkan kualitas SDM di perguruan tinggi. Ini sangat tepat karena kebijakan dikeluarkan pada situasi saat ini. Kita harapkan memang menjadi pencerahan bagi sejumlah perguruan tinggi,” tuturnya.

Namun demikian, belum semua perguruan tinggi di wilayahnya dapat memenuhi capaian delapan IKU untuk memperoleh dana penyeimbang tersebut.

“Sepertinya belum semua perguruan tinggi dapat memenuhi 8 IKU tersebut, hanya perguruan tinggi tertentu saja yang dapat memenuhinya saat ini,” ujar Heri.

Berdasarkan data yang dihimpun APTISI, terdapat 45 perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi. Heri menyebut, dari jumlah itu sekitar 50 persen lebih yang memenuhi capaian delapan IKU.

“Saya rasa baru 60 persen saja yang bisa memenuhi 8 indikator ini. Sisanya menyusul. Karena perlu waktu untuk bisa memenuhinya,” terangnya.

Namun demikian, Heri belum dapat menjelaskan IKU yang belum dapat dicapai oleh perguruan tinggi tersebut. Alasannya, harus mempelajari terlebih dahulu.

“Dari delapan indikator ini saya perlu pelajari dahulu. Mana yang memang belum bisa dipenuhi oleh perguruan tinggi,” pungkasnya. (dew) 

Back to top button