Metropolis

Tindak “Manusia Silver” Libatkan Balita

PENINDAKAN: Petugas Satpol PP Kota Bekasi ketika menegur ’manusia silver’ yang melibatkan balita di bilangan Komsen Jatiasih. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi menindaklanjuti aduan warga di media sosial terkait adanya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang melibatkan balita untuk menarik simpatik pengendara.

Diketahui, seorang Ibu “manusia silver” yang biasa beroperasi di bilangan Bundaran Komsen Jatiasih mengecat tubuhnya bersama dua anaknya, salah satunya masih usia balita. Ketika dikonfirmasi, Koordinator Lapangan (Korlap) Satpol PP Jatiasih, Patulloh mengaku, menindaklanjuti aduan masyarakat lewat media sosial ‘Facebook’ dari akun Satyo Utama.

“Sudah dua kali kita lakukan upaya persuasif, agar tidak mengamen di lokasi tersebut. Bahkan, sudah dua kali kita lakukan dan terakhir Jumat kemarin. Cuma posisi kita saat mau bawa mereka ke kantor anaknya itu pada nangis, akhirnya kita terpaksa meminta mereka pulang ke rumah dan tak mengamen lagi di lokasi,” kata Patulloh kepada Radar Bekasi, Minggu (15/11).

Lanjut Patulloh, setelah dilakukan tindakan itu hingga hari ini sang ibu dan dua anaknya, sudah tak terlihat lagi di simpang lampu merah Komsen.

“Sejak kita tindak Jumat, dua hari ini sudah tak terlihat lagi sih, tapi untuk empat atau lima hari kedepan kita lihat saja ya. Mudah-mudahan sih tak berani lagi, kalau pun nanti kita dapati kembali ke lokasi kemungkinan kita lakukan lebih tegas lagi, yakni membawanya ke kantor dan menyerahkan kepada Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti,” tuturnya.

Lebih jauh, Patulloh menyebut, jauh sebelum adanya laporan tersebut penindakan sudah dilakukan namun masih ada saja yang nekat kembali turun ke jalan. “Pernah juga kok kita jauh sebelum ini menindak mereka juga, tapi karena mungkin orangnya males upaya penindakan kita tak didengar, akhirnya ada lagi di lokasi,” ungkapnya.

“Tim kami juga sudah pernah data, dan mencari informasi terkait orang ini. Diketahui, mereka warga daerah Pekayon tapi kita masih belum bisa pastikan. Yang jelas, kalau terlihat lagi di wilayah, kita bakalan lakukan tindakan lebih tegas dengan bawa mereka ke kantor,” tegasnya. (mhf)

Back to top button