Cikarang

Sampah Kembali Menumpuk di Kali Jambe

DIPENUHI SAMPAH: Seorang warga melihat Kali Jambe yang dipenuhi sampah rumah tangga di Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (16/11). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sudah meluncurkan program pekan gotong royong, tapi volume sampah masih menumpuk di Kali Jambe Kelurahan Jatimulya.

Tumpukan sampah itu tepatnya berada di ujung Perumahan Jatimulya Regency, dekat Tol Jakarta-Cikampek, yang didominasi sampah plastik, styrofoam, sampah rumah tangga maupun kayu dan ranting pohon.

Salah satu warga, Evan Mardian (30) menuturkan, kondisi kali dengan tumpukan sampah itu sudah menjadi pemandangan biasa. Kondisi tersebut akan berdampak banjir yang melanda warga Jatimulya dan sekitarnya.

“Memang terkadang ada kegiatan kerja bakti, dan sering juga dibersihkan. Dan ini harus ada solusi jangka panjang, karena imbasnya mengakibatkan perumahan warga jadi banjir,” tuturnya.

Ditambahkan Evan, itu merupakan sampah kiriman, bukan dari warga sekitar. Selain karena tumpukan sampah dapat menyebabkan banjir, juga berdampak terhadap pendangkalan, khususnya dibagian crossing Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“Itu kan ada crossing Tol Japek, terus ada pembangunan, jadi tanah-nya pada turun ke bawah, sehingga terjadi pendangkalan. Diperparah lagi sampah kiriman yang tertahan sebelum crossing,” beber Evan.

Sementara Camat Tambun Selatan, Junaepi menyampaikan, keberadaan sampah di Kali Jambe itu menjadi fokus pihaknya untuk membersihkan.

Bahkan, lokasi itu telah dibersihkan sejak Sabtu (14/11) saat pekan gotong royong bersama Bekasi Bebas Banjir.

Namun, memang masih belum semuanya bisa dibersihkan. Direncanakan, bakal dilakukan pembersihan kembali pada Selasa (17/11) hari ini.

“Sudah dibersihkan Sabtu lalu, dan kami istirahat dulu. Besok, sampah di Kali Jambe mau diangkut sampai bersih,” janji Junaepi.

Lanjutnya, total tumpukan sampah itu bisa mencapai 100 ton. Saat proses pembersihan, Sabtu (14/11) telah diangkut sekitar 30 ton.

Proses pembersihan juga terbilang sulit, dikarenakan titik lokasi tumpukan sampah sulit masuk alat berat dan truk.

“Kendalanya alat berat susah masuk, jadi harus pakai beko long arm. Kami juga angkut sampah ke truknya dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek,” terangnya.

Juanepi menyebut, tumpukan sampah sudah delapan kali terjadi selama satu tahun ia menjabat sebagai camat. Tiap kali sampah menumpuk, pihaknya langsung segera membersihkan agar tidak menyebabkan banjir.

“Kalau kami lihat, itu kan lokasinya di perumahan, kemungkinan bukan dari warga setempat. Itu kiriman, sebab kan alirannya dari Kota Bekasi ke Bogor, itu perbatasan Kota Villa Gadingnya,” tandas Junaedi. (and)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four − one =

Back to top button