BekasiBerita Utama
Trending

Kapolrestro Bekasi Kota Ikut Dimutasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setelah mencopot dua kapolda, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Polri. Beberapa nama mencolok yang dimutasi yakni 8 Kapolres di wilayah Jabodetabek dirombak, termasuk Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko yang tertuang dalam surat telegram Nomor ST 3236/XI/KEP/2020.

“Iya benar TR rutin, sebagai penyegaran organisasi baik tour of duty maupun tour of area,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono.

Kapolrestro Bekasi Kota, Kombespol Wijonarko dalam ST tersebut di mutasi sebagai analis kebijakan madya bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri. Sementara itu, posisi Kapolrestro Bekasi Kota digantikan oleh Kombespol Aloysius Suprijadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SPN Polda Metrojaya.

Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing membenarkan surat telegram tersebut. Namun, ia belum memastikan waktu Kombespol Wijonarko pindah dinas dari Kota Bekasi.”Sudah ada TRnya sih, cuma untuk pindah dinas itu belum tahu (waktu serah terima jabatan),” ungkapnya.

Kompol Erna memastikan mutasi Kombespol Wijonarko tidak ada kaitannya dengan pelonggaran protokol kesehatan Covid-19 dan kerumunan dalam acara pesta pernikahan dan Maulid Nabi Muhammad yang digelar Habib Rizieq Shihab belum lama ini.

Dia menegaskan, Kombespol Wijonarko akan melaksanakan pendidikan Sekolah Staff dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) sebagai salah satu syarat menjadi jenderal polisi. “Beliau ini mau sekolah, kita itu kan nggak ada masalah,” tukasnya.

Kapolrestro Bekasi Kota, Kombespol Wijonarko membenarkan keputusan ST tersebut. Pindah tugas dirinya disebut dalam rangka mengikuti pendidikan.”Ya, pindah tugas, dalam rangka persiapan mengikuti pendidikan di Sesko TNI,” ungkapnya.

Dia juga mengaku belum mengetahui kapan akan pindah tugas,”Sementara belum tahu, nanti dikabari,”singkatnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun Radar Bekasi sekitar 1.000 massa dari Kota Bekasi melakukan penjemputan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) dengan menggunakan sepeda motor. Tidak hanya itu, mereka juga ikut menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di petamburan pada 14 November lalu.

Koordinator lapangan FPI Bekasi, Arif menilai Kapolri tebang pilih dalam menegakan aturan. Di sejumlah daerah banyak terjadi pelanggaran bahkan pemerintah mengijinkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

”Disitu ada pelanggaran kenapa tidak ditindak atau dimutasi kapoldanya, kenapa tidak diperiksa juga gubernurnya,” ungkapnya.

Senada juga diungkapkan Wakabid Zihad dan Politik FPI Kabupaten Bekasi, Muzaki Ruthab. Menurutnya, masyarakat siap untuk mentaati aturan yang berlaku selama masa pandemi, jika pemimpin tidak lebih dulu melanggar dengan menyelenggarakan kampanye Pilkada. Massa yang datang untuk menjemput Habib Rizieq Shihab juga ditekankan telah mentaati protokol kesehatan.

Untuk yang berangkat ke acara Habib Rizieq, dirinya mengaku, di Kabupaten Bekasi tidak ada dikoordinasi maupun mobilisasi. Akan tetapi undang dari Habieb Rizieq dan calon mempelai pria, disampaikan melalui video.

Kendati demikian dirinya memastikan, kader FPI Kabupaten Bekasi yang hadir jumlahnya cukup banyak, apabila dilihat dari grup-grup yang ada. “Saya melihat dig rup-grup, pada jalan kesana, jumlahnya lumayan banyak yang berangkat, kemungkinan ribuan. Malahan ada tambahan dibandingkan penjemputan, kalau melihat situasinya,” tuturnya. (sur/pra/jpc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 3 =

Back to top button