BekasiBerita UtamaMetropolis

Lakukan Swab Test Acak

Pastikan Lingkungan Sekolah Bebas Covid-19

ILUSTRASI: Petugas medis melacak penyebaran Covid-19 dengan proses swab test sejumlah warga di Stasiun Bekasi, beberapa waktu lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jelang diberlakukannya kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, tes Covid-19 akan dilakukan secara acak bagi pelajar dan guru guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Ha itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto terkait rencana KBM tatap muka di Kota Bekasi. Diakui Tri, swab test itu nantinya akan dilakukan secara random atau acak.

“Toh, pada intinya swab dan rapid test itu sudah dilakukan secara terbuka bagi warga masyarakat,” kata Tri saat meninjau pekerjaan perbaikan jalan dan polder air depan BTC, Bekasi Timur, Selasa (24/11).

Akan tetapi, Tri menegaskan, bagi warga yang sekarang ini merasakan sejumlah gejala bisa melakukan rapid dan swab test, karena hal itu masih dibuka oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) baik di Stadion Patriot Candrabhaga maupun di rumah sakit rujukan se-Kota Bekasi.

“Jadi, tak perlu dipaksakan artinya kami akan lakukan secara random saja. Hal ini kita berikan kesempatan kepada warga masyarakat dan orang tua, kalau pun itu perlu mereka lakukan,” tuturnya.

Tri menyebut, keputusan pelaksanaan KBM tatap muka berdasarkan arahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) itu, tengah dipersiapkan mulai dari SOP persiapan sekolah. Namun pihaknya memastikan melihat angka kasus Covid-19 di Kota Bekasi saat ini Kota Bekasi dinilai siap menghelat KBM tatao muka.

“Yang penting adalah, bagaimana pun ini dikembalikan kepada orang tua. Kita tak akan pernah memaksakan, karena ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Orang tua harus mengawasi, sekolah juga harus disiplin terkait dengan protokol kesehatan yang ada,”jelasnya.

“Jadi saya kira, nanti juga akan dilakukan secara bertahap ya tak sekaligus. Kita akan lihat eskalasinya, hari per hari dan tentunya akan ada evaluasi, apabila nanti mulai ada pergerakan kasus. Saya kira itu yah,” paparnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro mengatakan, perlu kajian matang dan tepat, guna memastikan tidak terjadi penularan virus corona dilingkungan sekolah jika KBM tatap muka kembali berjalan.

Standar Operasional Prosedur (SOP) penerapan protokol kesehatan di sekolah diakuinya juga perlu pengawasan selain didukung sarana dan prasarana penunjang.

“Ya salah satunya selain prasarana pasti harus ada 3M (mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker). Waktu KBM juga telah ditentukan tidak banyak,” katanya, Selasa (24/11).

Dijelaskannya, semua sudah di rencanakan, tinggal bagaimana pihak pemerintah mamastikan itu bisa berjalan. “Karena ini tidak mudah, terus terang saja, dengan kondisi daring, KBM dari jarak jauh ini menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial banyak yang mengalami kendala, pada akhirnya orang miskin makin termiskinkan secara edukasi,” ucapnya.

Persoalan itu diakuinya juga mendorong untuk mempertimbangkan kegiatan KBM kembali dihelat. “Karena memang penularan Covid-19 ini belum tuntas, karena belum masuknya vaksinasi,” jelasnya.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi menegaskan, terkait sarana dan prasarana serta penerapan protokol kesehatan saat KBM akan membahasnya dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Rabu (25/11) hari ini.

“Nanti Rabu (hari ini) saya akan rapat dengan Disdik dan Dinkes terkait saranan dan prasarana, protokol kesehatan apa saja yang harus disiapkan oleh mereka. Intinya Rabu ini saya akan melakukan rapat membahas KBM di tengah Covid-19 ini,” tandasnya. (mhf/pay)

Related Articles

Back to top button