BisnisBUMN

Berinovasi di Masa Pandemi, PEP Tambun Hemat Ratusan Juta Rupiah 

PEP Tambun Field melalui Gugus RT Prove ABIN (Absorber Bintaro) berinovasi memanfaatkan buah bintaro yang mampu menurunkan oil content dari awalnya 30 ppm menjadi 10 ppm. Foto: Istimewa

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field (PEP Tambun) terus berinovasi dalam kegiatan operasionalnya guna menjaga dan mempertahankan komitmen produksi migas nasional. Kali ini melalui Gugus RT Prove ABIN (Absorber Bintaro). Tim ini melakukan inovasi berupa oil content eliminator (Vessel ABIN) yang berisi buah bintaro sebagai media absorber.

“RT Prove ABIN memanfaatkan buah ini untuk menurunkan oil content dari awalnya 30 ppm menjadi 10 ppm,” ujar Krisna selaku Tambun Field Manager, dalam keterangan tertulisnya.

Pemanfaatan buah bintaro yang mampu menurunkan kandungan minyak itu secara otomatis menghemat pemakaian chemical sebesar 32 persen atau setara Rp365.400.323 per tahun. Proses operasional Vessel ABIN hanya dengan mengalirkan aliran air terproduksi yang dikontakkan dengan buah bintaro kering.

Setiap minggu sekali dilakukan back wash, jika oil content terbaca lebih dari 10 ppm maka buah bintaro kering diganti baru. Adapun buah bintaro didapat di area kerja PEP Tambun meliputi Bekasi dan Karawang termasuk lingkungan masyarakat.

“Buah bintaro yang dikenal dalam bahasa latin carbera mangas merupakan salah satu buah khas tropis dari Indonesia,” jelas Krisna.

Baca juga: Pertamina EP Tambun Field Tanggap Bencana

Sebelum ada inovasi ini, air terproduksi di dalam waste pit masih mengandung emulsi minyak yang menyebabkan oil content tinggi sebesar 30 ppm. Sedangkan syarat dan standar air injeksi oil content harus di bawah 10 ppm. Oleh sebab itu, harus dilakukan injeksi chemical sebesar 266 liter/hari. Sebagai treatment air terproduksi untuk menurunkan oil content 30 ppm menjadi 10 ppm setara dengan Rp1.155.152.000 per tahun.

“Pertamina EP bangga terhadap RT Prove ABIN  yang telah berhasil menurunkan oil content air terproduksi akibat emulsi minyak. Hal ini sejalan dengan arahan top management Pertamina EP untuk mengembangkan replikasi penemuan buah bintaro sebagai absorber minyak,” ujar Wisnu Hindadari selaku Asset 3 General Manager. (oke)

Related Articles

Back to top button