BekasiPendidikan

Ini Permintaan Orangtua Bila KBM Tatap Muka Dibuka Saat Pandemi Covid-19

SMAN-2-Kota-Bekasi
Ilustrasi siswa di Kota Bekasi mengikuti upacara sekolah, belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI- Rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, khususnya bagi para siswa di Kota Bekasi disambut baik sejumlah orangtua. Hanya saja, mereka meminta pemerintah bertanggungjawab bila siswa dinyatakan positif Covid-19 setelah mengikuti KBM tatap muka.

“Kami senang-senang saja sekolah akan kembali dibuka, tapi kan Covid belum selesai. Kalau anak kami kena (positif Covid-19) siapa yang tanggungjawab? Ini kan saya perhatiin tak ada yang bahas,” ujar orang tua siswa dari SD Negeri di Bekasi Timur, Pratiwi (38), Minggu (29/11/2020).

Menurutnya, hal ini perlu dibahas pemerintah karena bisa saja di tengah pandemi yang belum hilang anak-anaknya cukup rawan terkena atau tertular virus Covid-19 baik di lingkungan sekolah ataupun ketika berangkat dan pulang sekolah. Jadi, harapannya ini jadi tanggungjawab sekolah khususnya pemerintah.

“Saya harap bisa diperhatikan, agar kami orangtua tak khawatir dengan kesehatan anak saat mereka pergi ke sekolah. Dan saya kira ini tugas pemerintah yang harus beri jaminan kesehatan anak-anak kami,” tandas ibu dua anak ini.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro menekankan, untuk menghilangkan rasa khawatir para orangtua di saat pelaksanaan KBM tatap muka digelar, diharapkan seluruh sekolah, atau lembaga baik dari tingkat PAUD, SD, SMP sampai perguruan tinggi benar-benar jalani Protokol Kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) secara ketat, sebab ini mutlak dijalankan.

“Saya harap Pemda disiplin dalam menerapkan prokes dan SOP sesuai ketentuan. Pastikan setiap sekolah dari PAUD, SD, SMP serta SMA memiliki fasilitas, agar prokes dapat berjalan efektif,” ujar Chairoman, Minggu (29/11/2020).

Sebelumnya, dia mengaku, menyambut baik langkah pemerintah kembali membuka KBM tatap muka di sekolah melui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19. (mhf)

Related Articles

Back to top button