Sekolah Terkendala Siapkan Ruang Isolasi

Nassa School Kota Bekasi
ILUSTRASI: Suasana simulasi pembelajaran tatap muka di Nassa School Kota Bekasi, belum lama ini. Sekolah di Kota Bekasi terkendala mempersiapkan ruang isolasi sementara. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI
Nassa School Kota Bekasi
ILUSTRASI: Suasana simulasi pembelajaran tatap muka di Nassa School Kota Bekasi, belum lama ini. Sekolah di Kota Bekasi terkendala mempersiapkan ruang isolasi sementara. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sekolah di Kota Bekasi terkendala mempersiapkan ruang isolasi sementara. Padahal salah satu fasilitas protokol kesehatan itu sangat dibutuhkan saat simulasi pembelajaran tatap muka terbatas pada Januari 2021.

Kepala SDN Jatimekar II Kota Bekasi Burhanudin mengungkapkan, bahwa persiapan protokol kesehatan (prokes) secara persentase sudah mencapai 80 persen. Dalam waktu dekat ini akan berusha dilengkapi sebelum dilakukan pengecekan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik).


“Sudah 80 persen lah, nanti akan kami geber 1-2 minggu menjelang pemerikasaan simulasi pembelajaran tatap muka,” ungkap Burhanudin kepada Radar Bekasi, Rabu (2/12).

Namun menurutnya, terdapat prokes yang sulit untuk dipenuhi oleh sekolah. Yakni terkait penyediaan ruang isolasi sementara untuk penanganan warga sekolah jika mengalami peningkatan suhu tubuh secara tiba-tiba.


Ia berharap, terkait hal ini ada solusi dari Disdik saat sosialisasi pekan depan. “Sepertinya ruang isolasi tidak bisa, karena jumlah ruangan yang terbatas. Mungkin nanti akan ada solusi dari pihak Disdik pada 8 Desember nanti,” tukasnya.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti meminta Dinkes  gencar sosialisasi prokes sebagai persiapan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah pada masa adaptasi kebiasaan baru.

“Edukasi itu bukan hanya untuk siswa dan sekolah, tetapi juga kepada masyarakat. Dan yang berwenang atas hal itu ya Dinkes. Jadi Dinkes harus memberikan sosialisasi protokol kesehatan,” ujar Retno.

Sosialisasi prokes merupakan satu dari sepuluh rekomendasi hasil Rakornas KPAI secara daring mengenai persiapan pembukaan sekolah. Retno mengatakan, saat simulasi pembelajaran tatap muka di Kota Bekasi diketahuinya tidak ada sekolah yang memenuhi standarisasi prokes. Menurutnya, hal ini bukti belum adanya kerja sama yang baik antara Disdik dan Dinkes.

“Kemarin saya sempat berkunjung ke kota Bekasi, saya lihat memang belum ada sekolah yang memenuhi standarisasi prokes dengan baik. Jadi ini yang harus diperhatikan oleh Disdik dan juga Dinkes daerah,” tuturnnya.

Lebih lanjut dikatakan, salah satunya tidak ada ruang isolasi bagi peserta didik. “Saat diadakan simulasi pertama kali di Kota Bekasi, tidak tersedia ruang isolasi bagi siswa yang mungkin kedapatan memiliki suhu tubuh yang tinggi. Seharusnya ruang isolasi itu tersedia,” tandasnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi Dezy Syukrawati mengatakan, hingga saat ini belum ada pembahasan teknis dengan Disdik mengenai persiapan pembukaan sekolah.

“Belum ada diskusi secara teknis dengan Disdik, baru dirapatkan. Nanti pasti akan diinfokan setelah ada kebijakannya,” ujar Dezy.

Kepala Seksi Kurikulum, Guru, dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Junaedi memastikan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Dinkes. Soal ruang isolasi di setiap sekolah, Disdik akan membuat surat pemberitahuan.

“Akan kita buat surat pemberitahuan terkait ruang isolasi tersebut,” pungkasnya. (dew)