Dominan Bakal Terapkan Metode Daring

Binus
ILUSTRASI: Suasana aktivitas salah satu kampus swasta di Kota Bekasi, belum lama ini. Perkuliahan secara tatap muka akan kembali dilaksanakan oleh perguruan tinggi swata di Bekasi pada Januari 2021. Namun tak seluruhnya, hanya sebagian. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI
Binus
ILUSTRASI: Suasana aktivitas salah satu kampus swasta di Kota Bekasi, belum lama ini. Perkuliahan secara tatap muka akan kembali dilaksanakan oleh perguruan tinggi swata di Bekasi pada Januari 2021. Namun tak seluruhnya, hanya sebagian. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perkuliahan secara tatap muka akan kembali dilaksanakan oleh perguruan tinggi swata di Bekasi pada Januari 2021. Namun tak serentak seluruhnya, hanya sebagian.

Diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengizinkan kegiatan pembelajaran tatap muka di perguruan tinggi dan politekenik/akademi komunitas pada semester genap tahun akademik 2020/2021 dapat dilakukan secara campuran (hybrid learning), dalam jaringan, dan tatap muka, dengan protokol kesehatan yang ketat.


Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV Makmur Santoso menyampaikan, pembelajaran secara daring akan lebih dominan di wilayahnya, khususnya Bekasi pada Januari 2021. Sebab, perguruan tinggi masih membutuhkan adaptasi setelah beberapa bulan tidak melaksanakan perkuliahan tatap muka.

“Saya rasa masih banyak yang akan menerapkan metode daring, karena perguruan tinggi pasti akan membutuhkan adaptasi. Diibaratkan masih masa percobaan lah,” ungkap Makmur kepada Radar Bekasi, Kamis (3/12).


Secara persentase, jelas dia, sebesar 60 persen masih akan melaksanakan perkuliahan secara daring. Sedangkan sisanya 40 persen akan kembali melakukan pembelajaran secara tatap muka.

Berdasarkan data yang dihimpun APTISI Wilayah IV, terdapat 80 perguruan tinggi. Rinciannya, 45 Perguruan tinggi di Kota Bekasi, 15 perguruan tinggi di Kabupaten Bekasi dan 20 perguruan tinggi di Karawang.

“Tidak banyak perguruan tinggi yang akan langsung melaksanakan pembelajaran tatap muka. Persentase 40 persen saja sudah bagus,” katanya.

Makmur memprediksi, kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim untuk mengizinkan perguruan tinggi melakukan perkuliahan tatap muka dapat berubah. Pasalnya, kasus Covid-19 belum terus mengalami penurunan.

“Ini sifatnya hanya sementara, nanti pasti akan ada pemberitahuan tidak diizinkannya kembali kuliah dibuka. Tapi ini hanya prediksi, semoga saja tidak terjadi,” katanya. Saat ini perguruan tinggi masih melakukan berbagai persiapan. APTISI terus melakukan pemantauan

Rektor Universitas Bina Insani Kota Bekasi Indra Muis menyampaikan, kampusnya siap kembali melaksanakan perkuliahan secara tatap muka pada Januari 2021.

“Langsung lebih efektif, apabila diizinkan oleh pemerintah. Bagaimana pun juga tetap langsung itu jauh lebih baik,” ungkapnya.

Kendati demikian, tak seluruh mahasiswa mengikuti perkuliahan tatap muka. Sebagian masih akan tetap kuliah secara jarak jauh dari rumahnya masing-masing.

“50 persen menghadiri perkuliahan langsung, yang sekaligus langsung tayang secara online sehingga yang sisanya 50 persen mengikuti jalan perkuliahan di rumah masing-masing,” tandasnya. (dew)