Pendidikan

Bangun Perpustakaan Jalanan

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (UHAMKA) bernama lengkap Rifky Maulana Hakim ini patut diacungi jempol.

Betapa tidak, dirinya bersama temannya membangun perpustakaan jalanan untuk menghidupkan kembali minat baca dengan buku bagi kalangan milenial.

Lelaki berusia 22 tahun ini mengaku, dibangunnya perpustakaan jalanan itu atas keserahan mengenai rendahnya minat membaca buku di kalangan milenial.

“Ini keresahan saya sebagai salah satu bagian dari generasi penerus bangsa. Saya dengan teman-teman lainnya banyak melihat anak-anak sekarang bukannya megang buku tapi malah megang hape,” ungkapnya kepada Radar Bekasi.

Lebih lanjut dikatakan Rifky-begitu ia disapa- milenial saat ini lebih asyik memainkan gadget ketimbang membaca buku. Menutnya, gadget membawa dampak positif dan negatif.

“Tapi yang saya lihat hampir sebagian besar mereka justru mempergunakan gadget untuk main game, melihat video yang sebenarnya belum cocok untuk mereka lihat,” imbuh remaja asal Kota Bekasi ini.

Bernama “Baba Bale Baca Perpustakaan Jalanan Tambun”, tempat membaca ini didirikan bersama lima kerabatnya pada 2019. Perpustakaan jalanan dibuka setiap Sabtu malam dan Minggu pagi di Grand Wisata dan Gedung Juang 45 Bekasi.

Perpustakaan jalanan ini mendapatkan respon yang cukup baik dari masyarakat. “Alhamdulillah banyak orang yang merespon baik. Ada yang sekadar berkunjung, melihat ada juga yang exited untuk meminjam buku bacaan dan dibawa pulang,” tuturnya.

Meski di tengah pandemi Covid-19, perpustakaan jalanan masih tetap aktif.
Namun sistem lapak yang biasa diubah menjadi sistem pinjam baca melalui akun Instagram “Baba Bale Baca Perpustakaan Jalanan Tambun”.
“Mereka yang ingin meminjam salah satu buku bacaan kami dapat menghubungi akun instagram milik baba bale baca. Setelah melakukan registrasi peminjamanan, mereka cukup diam di rumah maka kami yang akan mengantar buku bacaan tersebut,” ucapnya.

Adapun buku bacaan yang tersedia beragam dengan jumlah 300. Mulai dari buku novel, puisi, biografi dan pelajaran. Ia berharap dengan hadirnya perpustakaan baca ini milenial dapat tersadar bahwa buku masih menjadi jendela dunia terbaik.

“Awalnya kita cuma punya 30 buku bacaan, tapi alhamdulillah sekarang ini sudah tersedia 300 buku bacaan. Semoga aja bisa terus bertambah, biar para pembacanya juga memiliki referensi bacaan lain,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Back to top button