Metropolis

Selidiki Anggaran Toilet Ratusan Juta

MENUAI KRITIK : Pekerja menyelesaikan pembangunan toilet di SDN Mangunjaya 04 Tambun
Selatan Kabupaten Bekasi, Senin (14/12). Pembangunan toilet yang bernilai ratusan juta itu
menuai kritik. ARIESANT/RADAR BEKAS

RADARBEKASI.ID, BEKASI – DPRD Kabupaten Bekasi mengaku akan menyelidiki anggaran pembangunan toilet senilai Rp196 juta yang tersebar di 488 titik di 23 Kecamatan. Demikian ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Kholik.

Dia mengaku, tidak mengetahui munculnya anggaran tersebut. ”Dulu saya masih di badan musyawarah, jadi saya tidak tahu. Tapi rencananya kami akan telusuri seperti apa rencana pembangunannya. Sebab ke depan kan memang untuk persiapan tatap muka,” katanya saat dihubungi, Senin malam (14/12).

Dia berencana akan melakukan dengar pendapat terkait pembangunan toilet yang menelan anggaran hingga Rp98 miliar tersebut. ”Kami coba akan bahas ya, saat ini saya belum dapat memberikan informasi secara jelas,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Rusdi mengelak untuk mengomentasi masalah tersbeut. Meskipun pihaknya membawahi bidang pendidikan, menurutnya pembangunan itu dilakukan dinas teknis yakni Dinas Cipta Kerja dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi atau PUPR.

“Kami Komisi IV, satuan pendidikan dalam hal ini Disdik sebagai user menerima saja. Jika dinilai terlalu besar, kita minta komisi terkait supaya melakukan evaluasi karena dinas teknisnya di PUPR, itu artinya domain komisi III,” kata Rusdi, belum lama ini.

Diluar terkait besaran anggaran pembangunan, Rusdi menilai pembangunan WC maupun saranan cuci tangan di masa pandemi corona sangat penting. Pasalnya, pada Januari 2021 direncanakan akan dilakukannya belajar tatap muka di sekolah. Semua fasilitas penunjang protokol kesehatan, seperti toilet maupun tempat cuci tangan sangat diperlukan.

“Jadi begini kalau dari sudut pandang Komisi IV yang memang berurusan dengan pendidikan, satu sisi pengangaran untuk sanitasi atau wc ini kita apresiasi karena kan di masa pandemi ini menjadi penting persoalan infrastruktur kesehatan dan kebersihan untuk kegiatan cuci tangan dan sebagainya untuk menunjang prokes saat KBM tatap muka,” ungkapnya.

Dia mengaku, tahun depan disiapkan anggaran Rp192 miliar untuk pembangunan maupun perbaikan sekolah rusak pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2021. Dari anggaran itu akan dilakukan pembangunan empat unit sekolah baru, baik untuk sekolah dasar maupun menengah pertama dengan 12 ruangan maupun sarana lainnya.Lalu, pembangunan 64 ruang kelas baru yang terdapat di 13 lokasi SD, 12 ruang kelas baru di tiga SMP.Kemudian, ada total 243 ruang kelas di SD yang bakal direhab dan 61 ruang kelas di SMP yang juga diperbaiki. Sementara itu, pelaksana kegiatan, Sandra mengaku, pembangunan tersbut sudah sesuai rencana.

“Menanggapi viral ini tidak banyak komen, tapi saya berusaha sesuai dengan perencanaan,” kata Sandra ketika ditemui saat mengawasi pelaksanaan pembangunan toilet senilai Rp196 juta di SDN 04, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, kemarin.

Menurutnya, media sosial atau masyarakat hanya fokus pada pembangunan toilet. Namun tidak memperhatikan spesifikasi pembangunan di lapangan. Sandra memaparkan, untuk bak spiteng pihaknya harus menggali sedalam satu setengah meter, kemudian tambah pipanisasi untuk new normal sesuai dengan kebutuhan dilapangan.

“Jadi yang dilihat butuh keseluruhan, karena kita kan bangun pam atau jetpam untuk kebutuhan air (apabila belum tersaluri PDAM), kemudian pipanisasi untuk air bekas pakai untuk menghindari saluran,” jelasnya.

Sebagai pengusaha, Sandra tidak menapik apabila dirinya mengambil keuntungan dari usahanya. Namun sesuai anggaran pihaknya mengerjakan dan mengeluarkan tagihan sesuai yang diperlukan.

“Ini baru pagu anggaran, kalau memang ada kelebihan dari pagu pasti nya juga tidak akan diserap secara keseluruhan,”ucapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 04 Mangunjaya, Ridha Sabaria menuturkan merasa bangga dengan adanya tambahan fasilitas baru untuk anak anak berupa toilet.”Wah kalau ditanya toilet masalah anggaran saya gak tahu, saya hanya penerima fasilitas, dan memang toilet juga dibutuhkan,” singkatnya

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menjelaskan alokasi anggaran pembangunan WC dan sejumlah tempat cuci di sekolah dalam rangka menghadapi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021 mendatang.

“Tentu saja semua harus dipersiapkan sarana dan prasaranannya, kita siapkan membangun MCK, WC itu, nantinya termasuk bukan hanya WCndidalamnya itu, ada wastafel lainnya termasuk nanti sarana itu tadi bagimanana ketika kita nanti KBM tatap muka sesuai protokol covid,” kata Eka

Eka memastikan besaran anggaran itu sesuai kebutuhan dari pembangunan tersebut. Pembangunan itu tak hanya WC, akan tetapi ada tempat wudhu, wastafel atau tempet cuci tangan, septic tank, toren air dan lainnya. Semua fasilitas itu menerapkan konsep adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi corona ini.

“Ya itu sebtulnya anggaran sudah diperhitungkan, nanti kita lihat spesifikasinya, kita yakinkan anggaran itu layak, untuk kita buat sarana terkait dengan MCK itu, karena memang itu tadi yang kita sediakan bukan hanya bangunannya, tapi tempat wcnya dan segala macem termasuk fasilitas penunjang KBM tatap muka, itu kan memang dihitung banyak ya lumayan,” beber Eka.

Eka kembali menekankan pembangunan WC berikut fasilitas lainnya itu untuk menghadapi KBM tatap muka. Setiap sekolah harus sudah siap semua sarana dan prasarana dalam KBM tatap muka di masa pandemic ini.

Lanjut Eka, pembangunan WC itu guna menyiapkan diri menjadi Kabupaten Sehat pada 2021.Pemkab Bekasi berkomitmen mewujudkan kabupaten yang bersih, aman, nyaman dan sehat demi menuju Indonesia Sehat. “Tentu saja ini menjadi komitmen kami bersama untuk mewujudkan kabupaten sehat. Ini penting, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, kesehatan merupakan hal yang utama,” kata Eka. (and)

Related Articles

Back to top button