FKSB Unisma Helat Seminar Internasional Global Punk

SEMINAR VIRTUAL: Ratusan peserta dari berbagai negara saat mengikuti seminar Internasional Global Punk secara virtual, yang dilaksanakan oleh FKSB Unisma Bekasi, Selasa (15/12).
SEMINAR VIRTUAL: Ratusan peserta dari berbagai negara saat mengikuti seminar Internasional Global Punk secara virtual, yang dilaksanakan oleh FKSB Unisma Bekasi, Selasa (15/12).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa (FKSB) Universitas ‘45’ (Unisma) Bekasi mengadakan Seminar Internasional Punk Scholar Network (PSN) Global Punk. Kegiatan dengan tema “Doing Global, Doing Lokal: Locating ‘Subculture’ Indonesia” tersebut, diikuti tujuh Negara yakni UK, USA, Indonesia, Iberia, Colombia, Australia dan Europe.

Seminar yang dilaksanakan Selasa siang kemarin, diisi sejumlah pembicara diantaranya Profesor Departemen Budaya Populer di Universitas Negeri Bowling Green Amerika Serikat Jeremy Wallach, Profesor Media dan Komunikasi di Universitas Monash Malaysia Emma Baulch, Dosen Universitas Padjajaran Hikmawan Syaifullah dan Asisten Profesor di Hobart dan William Smith Universitas Rochester Iskandar Zulkarnain.


Kegiatan melalui zoom dan youtube streaming PSN Indonesia tersebut, dihadiri para sarjana, peneliti, pelajar, punk, skinhead, mahasiswa metal, mahasiswa media, dan peserta lainnya dari Negara lain seperti Inggris, Liberia, Australia, Kolombia, Hongkong, Malaysia, Singapura, Belanda, Filiphina, Amerika Serikat, Brasil, dan Indonesia. “Kami batasi pesertanya ada 400 orang,” kata pimpinan tim PSN Indonesia Muhammad Fakhran Al Rahamdhan.

Dia mengaku, seminar ini bertujuan untuk membahas punk dan sub kultur di Indonesia. Menurutnya, punk adalah fenomena global yang terwujud dalam berbagai cara dan adegan, rezim politik, konteks budaya, dan pengalaman individu. “Kami berupaya mengadakan konferensi virtual sepenuhnya yang mengeksplorasi, memeriksa, dan secara kritis terlibat dengan para sarjana punk di seluruh dunia,” katanya.


Konferensi Punk Scholar Network, kata dia, biasanya mencampurkan intelektualisme “Ilmiah” konvensional dan intelektualisme informal atau “organik” yang sering ditampilkan punk. Sejak didirikan pada 2012, Punk Scholars Network telah memperluas keanggotaan dan akrivitasnya melalui konferensi, symposium, publikasi, ceramah dan pameran, sambil berusaha mempertahankan tujuan awalnya sebagai forum internasional untuk debat ilmiah.

Seminar yang dilaksanakan dari 12 hingag 19 Desember tersebut, dimeriahkan aksi band SOFT-X, Jimmy Neuton, Humanimal, Faith Runner, SE Swew, The Next Victim dan Cryptical Death. Selain itu juga ada sesi tanya jawab dengan personil band punk dan media kreatif lainnya.

Dekan Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa Unisma Bekasi Yudha Asmara Dwi Aksa mengharapkan, melalui kegiatan ini dapat membantu seluruh masyarakat untuk memahami punk di seluruh dunia. “Semoga melalui kegiatan ini bisa menambah wawasan budaya punk di seluruh dunia,” tandasnya. (mif/tim)