Mahasiswa Universitas Mercu Buana Beri Pelatihan Public Speaking dan Pemanfaatan Instagram

FOTO BERSAMA: Mahasiswa jurusan Public Relation Fakultas Ilmu Komunikasi UMB Kampus Jatisampurna Bekasi foto bersama remaja Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Mahasiswa jurusan Public Relation Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) Kampus Jatisampurna Bekasi telah melaksanakan kegiatan Kuliah Peduli Negeri bertajuk “Pelatihan Public Speaking dan Pemanfaatan Sosial Media Instagram”.

Pelatihan diberikan kepada remaja usia 14-21 tahun di Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi.


“Di yayasan tersebut merupakan anak-anak kaum duafa, anak yatim, dan pemulung. Jumlahnya sebanyak 30 orang,” jelas Ketua Pelaksana Kuliah Peduli Negeri Hardi Prasetyo kepada Radar Bekasi, Selasa (15/12).

Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan yang berlangsung pada 21, 25 dan 28 November 2020 dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan anjuran pemerintah.


Sejumlah materi diberikan oleh para mahasiswa semester tujuh kepada peserta pelatihan. Antara lain, tentang public speaking dalam membangun kepercayaan diri, penulisan maupun konten kretif dalam pemanfaatan sosial media Instagram.

“Kita memberikan materi ini agar mereka paham betul cara memanfaatkan salah satu media yaitu Instagram. Karena yang aktif dimainkan saat ini, khususnya milenial adalah instagram,” tuturnya.

Para peserta juga diajak untuk mempraktikkan materi yang disampaikan. Dari tiga materi yang disampaikan, peserta diminta untuk membuat flyer dan penulisan dalam pemanfaatan sosial media Instagram.

“Tentu hal tersebut membuat anak-anak sangat antusias untuk ikut serta dalam pelatihan tersebut,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa UMB memberikan bantuan kepada Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia berupa kebutuhan ibadah seperti buku juz amma 50 pcs, buku iqro 50 pcs, sajadah 45 pcs, sarung 21 pcs, mukena 21 pcs, dan tasbih 6 pcs.

“Bantuan ini kita berikan untuk melengkapi kebutuhan mereka,” pungkasnya.

Pendiri dan Pengurus Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia Nadam Dwi Subekti menjelaskan, bahwa Sekolah Alam Tunas Mulia merupakan lembaga pendidikan informal yang dikelola secara swadaya untuk menampung kegiatan belajar anak-anak yatim, kaum dhuafa, dan pemulung.

“Sekolah ini sudah didirikan pada 2006 dengan harapan anak-anak bisa mendapatkan ilmu yang sama dengan anak-anak seusianya,” jelasnya.

Nadam mengapresiasi pelatihan yang diberikan oleh mahasiswa UMB kepada anak didiknya. “Dengan adanya pelatihan ini, tentu kami sangat senang karena mereka secara tidak langsung mendapatkan ilmu tambahan,” harapnya. (dew/pms)