Berita Bekasi Nomor Satu

Aktif Jalani Program Hafalan Alquran dan Kewirausahaan

Pesantren
ILUSTRASI: Suasana salah satu pondok pesantren di Kota Bekasi. Santri di pondok pesantren tetap aktif menjalani program hafalan Alquran dan kewirausahaan meskipun pada masa pandemi Covid-19. Dewi Wardah Radar Bekasi
Pesantren
ILUSTRASI: Suasana salah satu pondok pesantren di Kota Bekasi. Santri di pondok pesantren tetap aktif menjalani program hafalan Alquran dan kewirausahaan meskipun pada masa pandemi Covid-19. Dewi Wardah Radar Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Santri di pondok pesantren Kota Bekasi tetap aktif menjalani program hafalan Alquran dan kewirausahaan meskipun pada masa pandemi Covid-19.

Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bekasi Mulyadi Efendi mengatakan, sampai saat ini kegiatan santri di tengah pandemi masih berjalan.

“Alhamdulillah saat ini di Kota Bekasi kegiatan santri masih terkontrol dengan baik,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Kamis (17/12).

Menurutnya, para santri saat ini tetap aktif melaksanakan program hafalan Alquran dan kewirausahaan. “Sebagian fokus menjalani program tahfidz atau hafalan dan ada pula yang fokus untuk menjalani program wirausaha,” tuturnya.

Program tersebut diinisiatif agar santri tidak merasa jenuh dan aktif. Dengan begitu, diyakini imun santri agar tetap terjaga dengan baik sehingga bisa meminimalisir risiko penuluran Covid-19.

Setiap program yang dilaksanakan tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan. “Santri kita tetap aktif, tapi lagi-lagi dilaksanakan secara terbatas. Tetap menjaga protokol kesehatan karena yang utama tetap kesehatan para santrinya,” jelasnya.

Kepala Sekolah Tahfidz DTI Kota Bekasi Ahmad Mahwan menambahkan, kedua program tersebut saat ini memang sedang dijalani oleh para santri. Menurutnya, tahfidz menjadi program utama yang dijalankan sejak awal pandemi.

“Memang kedua program tersebut memang sedang kami jalani, salah satunya tahfidz atau hafalan. Itu memang menjadi program inti kami,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bahwa program kewirausahaan melalui pembukaan usaha makanan dikelola langsung oleh pondok pesantren dan santri. Adapun usaha makanan yang dibuka ialah bakso dan mie ayam.

“Wirausahanya kita buka dengan sistem online menggunakan sistem pesan atau yang lebih dikenal dengan PO,” jelasnya.

Namun demikian, program kewirausahaan tersebut tidak berjalan secara efektif. “Kalo program usaha ini tidak setiap hari berjalan, karena sistemnya kan pemesanan dan yang mesen juga gak setiap hari,” ucapnya.

Santri dalam program kewirausahaan hanya terlibat dalam pembuatan dan penerima pesanan. Tidak ada kontak langsung para santri dengan orang di luar lingkungan pondok pesantren.

“Santri hanya mencatat pesanan dan ikut terlibat dalam pembuatan. Yang mengantar adalah orang dari luar, itu juga yang menyerahkan dari petugas pondok pesantren, jadi untuk santri tetap aman,” jelasnya.

Pihak pondok pesantren meyakini bahwa dari program yang tetap dijalani santri dapat memberikan semangat dan tidak menimbulkan rasa bosan bagi ketika berada di lingkungan pondok pesantren.

“Sekarang kan apa-apa nya terbatas, jadi kita juga mengikuti anjuran tersebut. Jadi meskipun berada di lingkungan ponpes, mereka tetap bisa aktif tentu denga tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (dew)


Solverwp- WordPress Theme and Plugin